Skip navigation

Al qur’an Surah 15. Al Hijr– ayat 61-65

28. Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: “Sesungguhnya aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk,

29. Maka apabila aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniup kan kedalamnya ruh (ciptaan)-Ku, Maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud[796].

30. Maka bersujudlah Para Malaikat itu semuanya bersama-sama,

31. Kecuali iblis. ia enggan ikut besama-sama (malaikat) yang sujud itu.

32. Allah berfirman: “Hai iblis, apa sebabnya kamu tidak (ikut sujud) bersama-sama mereka yang sujud itu?”

33. Berkata Iblis: “Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk”

34. Allah berfirman: “Keluarlah dari surga, karena Sesungguhnya kamu terkutuk,

35. Dan Sesungguhnya kutukan itu tetap menimpamu sampai hari kiamat”.

36. Berkata Iblis: “Ya Tuhanku, (kalau begitu) Maka beri tangguhlah kepadaku sampai hari (manusia) dibangkitkan[797],

37. Allah berfirman: “(Kalau begitu) Maka Sesungguhnya kamu Termasuk orang-orang yang diberi tangguh,

38. Sampai hari (suatu) waktu yang telah ditentukan[798],

39. Iblis berkata: “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma’siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya,

40. Kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis[799] di antara mereka”.

41. Allah berfirman: “Ini adalah jalan yang lurus, kewajiban Aku-lah (menjaganya)[800].

42. Sesungguhnya hamba-hamba-Ku tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka, kecuali orang-orang yang mengikut kamu, Yaitu orang-orang yang sesat.

43. Dan Sesungguhnya Jahannam itu benar-benar tempat yang telah diancamkan kepada mereka (pengikut-pengikut syaitan) semuanya.

44. Jahannam itu mempunyai tujuh pintu. tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka.

[796] Dimaksud dengan sujud di sini bukan menyembah, tetapi sebagai penghormatan.
[797] Maksudnya iblis memohon agar Dia tidak diazab dari sekarang melainkan diberikan kebebasan hidup sampai hari berbangkit.
[798] Yakni waktu tiupan pertama tanda permulaan hari kiamat.
[799] Yang dimaksud dengan mukhlis ialah orang-orang yang telah diberi taufiq untuk mentaati segala petunjuk dan perintah Allah s.w.t.
[800] Maksudnya pemberian taufiq dari Allah s.w.t. untuk mentaati-Nya, sehingga seseorang terlepas dari tipu daya syaitan mengikuti jalan yang Lurus yang dijaga Allah s.w.t. Jadi sesat atau tidaknya seseorang adalah Allah yang menentukan.

Azazil adalah makhluk Allah yang sangat taat, yang setiap do’anya selalu dikabulkan oleh Allah.  Sehingga para malaikatpun kagum terhadap ketaatannya. Tetapi karena KESOMBONGAN dan MERASA PALING HEBAT, dia terlaknat oleh Allah sebagai PENGHUNI NERAKA (naudzubillah mindzalik).

Jika ada perbedaan pandangan / faham tentang AZAZIL, sebaiknya disikapi dengan cara berfikir yang bijak dan iman.

ARTIKEL – 1 :

Sumber : http://ikhwansuryalaya.wordpress.com

Dimasa sebelum Alloh SWT menciptakan makhluk berjenis manusia, salah satu jenis makhluk-Nya dari bangsa jin bernamaAZAZIL sempat mencapai keutamaan di sisi Alloh yang amat sangat luar biasa. Bayangkan! 185.000 tahun, ia pergunakan untuk berbakti ke kehadhot Alloh SWT. Dirinya benar-benar mencapai tingkat tawadhu yang sangat tinggi kepada Alloh SWT. Ia tanpa sedikitpun menyombongkan diri, tunduk khusyu’ pasrah atas tata aturan Alloh SWT. Segala potensi, ia kerahkan untuk mujahadah bertaqorub kepada Alloh SWT. Prestasi ibadahnya luar biasa. Seluruh jin ia tinggalkan jauh di belakang. Bahkan kualitas mujahadahnya, ia percaya Alloh selama 40.000 tahun menjadi juru kunci surga, 80.000 tahun beribadah bersama-sama dengan malaikat, 20.000 tahun menjadi dosen para malaikat, 30.000 tahun menjadi rajanya malaikat karubiyyin, 14.000 berthowaf mengeliling arasy, 1.000 tahun menjadi pimpinan segala ruh.

Kualitas Azazil dalam ketawadhuan belumlah mencapai puncak. Alloh SWT masih hendak menguji kehabatan pengabdiannya. Saat itu, Alloh memerintahkan bangsa malaikat dan jin untuk bersujud – menghormat kepada Adam, makhluk yang baru diciptakan Alloh. Semuanya bersujud – menghormat kecuali “Azazil” yang merasa emoh untuk melakukannya. Ia tidak bisa menerima kenyataan tersebut, Azazil merasa sebagai senior yang harus menghormati , bukan sebaliknya. Sikap ogah-ogahan ini tentu ada sumbernya, yang tak lain adalah tumbuh berkembangnya sifat SOMBONG dalam hatinya. Azazil merasa lebih dari Adam, ia merasa punya kelebihan pada sisi lain yaitu asal kejadiannya. Itulah pengakuannya ketika ditanya oleh Alloh SWT, kenapa dia menolak sujud kepada Adam.

Itulah dosa dan maksiat pertama yang dilakukan oleh makhluk kepada kholiknya. Itu pulalah yang menjadi sumber dan benih penyakit lain yang menular atau ditularkan kepada manusia. Penyakit itu menjalar begitu cepat, sehingga generasi manusia yang kedua saja dosa sudah terulang dengan sempurna. Dan sejak saat itu pula Azazil terusir dari kebersamaannya dengan Alloh SWT dan bergantilah nama menjadi  IBLIS yang setiap saat bergentayangan mencari mangsa untuk menjerumuskan manusia ke lembah kehinaan.

SOMBONG, Sumber Pembawa Bencana

Kekayaan, kekuasaan, kedudukan atau jabatan biasanya dapat menjadi sumber timbulnya kesombongan pada diri manusia. Selain itu anugerah Alloh berupa kepandaian dapat menjadi penyebab terjangkitnya seseorang dengan kesombongan. Siapakah gerangan orang yang sombong itu ?  Yaitu mereka yang menolak kebenaran, merendahkan orang lain, merasa lebih tinggi dari pada orang lain, mengingkari hak-hak orang lain dan bertindak sewenang-wenang denga menganiaya orang lain. Menolak kebenaran pengingkarannya terhadap kebenaran  dan penentangannya dengan keras kepala dan merasa tinggi kedudukannya. Sedangkan merendahkannya terhadap orang lain ialah menganggap remeh yang lainnya, enggan berbicara apabila dianggap tidak sederajat. Tipe orang seperti inilah yang tidak akan mencium baunya surga, sedangkan Alloh Yang Maha Lembah Lembut menciptakan surga yang tidak menginginkan kesombongan dan kerusakan di muka bumi. Rosululloh SAW bersabda :

Tidak akan masuk sorga yang di dalam hatinya ada sebobot biji sawi kesombongan”

(Mizanul Kubro juz Awal : 164

Mengapa hukuman sombong terlalu amat sangat berat dari yang lainnya..? Karena merebut sifat Alloh Yang Maha Besar. Malah merasa lebih besar dari Alloh. Sifat sombong hanyalah Alloh sendiri yang berhak menyandangnya karena Dia-lah Yang Maha Besar lagi Maha Tinggi, Yang Maha Kuasa atas hamba-hamba-Nya, dan tidak ridho hamba-hamba-Nya bersekutu dengan-Nya dalam sifat ini. Sombong diharamkan oleh Alloh SWT atas manusia, karena sifat itu merupakan akhlak yang sangat tercela. Orang yang mempunyai sifat sombong-pun tidak akan sampai kehadhirat Ilahi. Padahal ini merupakan sorga yang paling diidamkan oleh siapapun.

Begitu beratnya ancaman bagi orang-orang yang sombong hingga kita harus berhati-hati agar tidak terjebak ke arah sifat tersebut yang setiap saat bisa mempengaruhi hati kita.[]

Wallohu’alam..

dinukil dari “Nuqthoh”

Sumber :
http://ikhwansuryalaya.wordpress.com/2008/12/18/kesombongan-merupakan-warisan-azazil/

—–0O0——

ARTIKEL – 2 :

Artikel sejenis tentang  AZAZIL, (sumbernya aku lupa…..maaf, karena artikel aku dapat disalah satu situs, kemudian aku copy paste dan aku simpan di laptopku).

Cerita tentang kesombongan, tentang takabur, tentang selalu berbangga diri, adalah sebuah kisah yang lebih tua dibanding penciptaan manusia. Ia hadir dan berawal ketika manusia masih dalam perencanaan penciptaan. Karena hanya para malaikat makhluk yang diciptakan sebelum manusia, kesombongan sejatinya berhulu dari malaikat.

ADALAH Azazil, malaikat yang dikenal penduduk surga karena doanya mudah dikabulkan oleh Allah. Karena selalu dikabulkan oleh Allah, bahkan para malaikat pernah memintanya untuk mendoakan agar mereka tidak tertimpa laknat Allah.

Tersebutlah suatu ketika saat berkeliling di surga,  malaikat Israfil mendapati sebuah tulisan “Seorang hamba Allah yang telah lama mengabdi akan mendapat laknat dengan sebab menolak perintah Allah.” Tulisan yang tertera di salah satu pintu surga itu, tak pelak membuat Israfil menangis. Ia takut, itu adalah dirinya. Beberapa malaikat lain juga menangis dan punya ketakutan yang sama seperti Israfil, setelah mendengar kabar perihal tulisan di pintu surga itu dari Israfil. Mereka lalu sepakat mendatangi Azazil dan meminta didoakan agar tidak tertimpa laknat dari Allah. Setelah mendengar penjelasan dari Israfil dan para malaikat yang lain, Azazil lalu memanjatkan doa. “Ya Allah. Janganlah Engkau murka atas mereka.”

Di luar doanya yang mustajab, Azazil dikenal juga sebagai Sayidul Malaikat alias penghulu para malaikat dan Khazinul Jannah (bendaharawan surga). Semua lapis langit dan para penghuninya, menjuluki Azazil dengan sebutan penuh kemuliaan meski berbeda-beda. Pada langit lapis pertama misalnya, ia berjuluk ‘Aabid, ahli ibadah yang mengabdi luar biasa kepada Allah pada langit lapis pertama.

Di langit lapis kedua, julukan pada Azazil adalah Raki’ atau ahli ruku kepada Allah. Saajid atau ahli sujud adalah gelarnya di langit lapis ketiga. Pada langit berikutnya ia dijuluki Khaasyi’ karena selalu merendah dan takluk kepada Allah. Karena ketaatannya kepada Allah, langit lapis kelima menyebut Azazil sebagai Qaanit. Gelar Mujtahid diberikan kepada Azazil oleh langit keenam, karena ia bersungguh-sungguh ketika beribadah kepada Allah. Pada langit ketujuh, ia dipanggil Zaahid, karena sederhana dalam menggunakan sarana hidup.

Selama 120 ribu tahun, Azazil, si penghulu para malaikat menyandang semua gelar kehormatan dan kemuliaan, hingga tibalah ketika para malaikat melakukan musyawarah besar atas undangan Allah. Ketika itu, Allah, Zat pemilik kemutlakan dan semua niat, mengutarakan maksud untuk menciptakan pemimpin di bumi. ”Sesungguhnya Aku hendak menciptakan seorang khalifah (pemimpin) di muka bumi,” begitulah firman Allah.

Semua malaikat hampir serentak menjawab mendengar kehendak Allah. ”Ya Allah, mengapa Engkau hendak menjadikan khalifah di muka bumi, yang hanya akan membuat kerusakan dan menumpahkan darah di bumi, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau.” Allah menjawab kekhawatiran para malaikat dan meyakinkan bahwa, “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”

Allah lalu menciptakan manusia pertama yang diberi nama Adam. Kepada para malaikat, Allah memperagakan kelebihan dan keistimewaan Adam, yang menyebabkan para malaikat mengakui kelebihan Adam atas mereka. Lalu Allah menyuruh semua malaikat agar bersujud kepada Adam, sebagai wujud kepatuhan dan pengakuan atas kebesaran Allah. Seluruh malaikat pun bersujud, kecuali Azazil.

” Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat “Sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir “
(Al Baqarah: 34)

Bersemi Sejak di Awal Surga
Sebagai penghulu para malaikat dengan semua gelar dan sebutan kemuliaan, Azazil merasa tak pantas bersujud pada makhluk lain termasuk Adam karena merasa penciptaan dan statusnya yang lebih baik. Allah melihat tingkah dan sikap Azazil, lalu bertanya sembari memberi gelar baru baginya Iblis. “Hai Iblis, apakah yang menghalangimu untuk bersujud kepada yang telah Kuciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri (takabur) ataukah kamu merasa termasuk orang-orang yang lebih tinggi?”

Mendengar pernyataan Allah, bukan permintaan ampun yang keluar dari Azazil, sebaliknya ia malah menantang dan berkata, “Ya Allah, aku (memang) lebih baik dibandingkan Adam. Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan Adam Engkau ciptakan dari tanah.” Mendengar jawaban Azazil yang sombong, Allah berfirman. “Keluarlah kamu dari surga. Sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang diusir”.

Azazil alias Iblis, sejak itu tak lagi berhak menghuni surga. Kesombongan dirinya, yang merasa lebih baik, lebih mulia dan sebagainya dibanding makhluk lain telah menyebabkannya menjadi penentang Allah yang paling nyata. Padahal Allah sungguh tak menyukai orang-orang yang sombong. “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia karena sombong dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. Dan sederhanakanlah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.”

Bibit kesombongan dari Azazil sejatinya sudah bersemai sejak Israfil dan para malaikat mendatanginya agar mendoakan mereka kepada Allah. Waktu itu, ketika mendengar penjelasan Israfil, Azazil berkata, ”Ya Allah! Hamba-Mu yang manakah yang berani menentang perintah-Mu, sungguh aku ikut mengutuknya”. Azazil lupa, dirinya adalah juga hamba Allah dan tak menyadari bahwa kata “hamba” yang tertera pada tulisan di pintu surga, bisa menimpa kepada siapa saja, termasuk dirinya.

Lalu, demi mendengar ketetapan Allah, Iblis bertambah nekat seraya meminta kepada Allah agar diberi dispensasi. Katanya, “Ya Allah, beri tangguhlah aku sampai mereka ditangguhkan.” Allah bermurah hati, dan Iblis mendapat apa yang dia minta yaitu masa hidup panjang selama manusia masih hidup di permukaan bumi sebagai khalifah.

Dasar Iblis, Allah yang maha pemurah, masih juga ditawar. Ia lantas bersumpah akan menyesatkan Adam dan anak cucunya, seluruhnya, “Kecuali hamba-hambaMu yang mukhlis di antara mereka.” Maka kata Allah, “Yang benar adalah sumpah-Ku dan hanya kebenaran itulah yang Kukatakan. Sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi neraka jahanam dengan jenis dari golongan kamu dan orang-orang yang mengikutimu di antara mereka semuanya.”

Menular pada Manusia
Korban pertama dari usaha penyesatan yang dilakukan Iblis, tentu saja adalah Adam dan Hawa. Dengan tipu daya dan rayuan memabukkan, Nabi Adam as. dan Siti Hawa lupa pada perintah dan larangan Allah. Keduanya baru sadar setelah murka Allah turun. Terlambat memang, karena itu Adam dan Hawa diusir dari surga dan ditempatkan di bumi.

Dan sukses Iblis menjadikan Adam dan Hawa sebagai korban pertama penyesatannya, tak bisa dilihat sebagai sebuah kebetulan. Adam dan Hawa, bagaimanapun adalah Bapak dan Ibu seluruh manusia, awal dari semua sperma dan indung telur. Mereka berdua, karena itu menjadi alat ukur keberhasilan atau ketidakberhasilan Iblis menyesatkan manusia. Jika asal usul seluruh manusia saja, berhasil disesatkan apalagi anak cucunya.

Singkat kata, kesesatan yang di dalamnya juga ada sombong, takabur, selalu merasa paling hebat, lupa bahwa masih ada Allah, juga sangat bisa menular kepada manusia sampai kelak di ujung zaman.

Di banyak riwayat, banyak kisah tentang kaum atau umat terdahulu yang takabur menentang dan memperolokkan hukum-hukum Allah, sehingga ditimpakan kepada mereka azab yang mengerikan. Kaum Aad, Tsamud, umat Nuh, kaum Luth, dan Bani Israil adalah sedikit contoh dari bangsa-bangsa yang takabur dan sombong lalu mereka dinistakan oleh Allah, senista-nistanya. Karena sifat takabur pula, sosok-sosok seperti Fir’aun si Raja Mesir kuno, Qarun, Hamaan dan Abu Jahal juga mendapatkan azab yang sangat pedih di dunia dan pasti kelak di akhirat.

Pada zaman sekarang, manusia sombong yang selalu menentang Allah bukan berkurang, sebaliknya malah bertambah. Ada yang sibuk mengumpulkan harta dan lalu menonjolkan diri dengan kekayaannya. Yang lain rajin mencari ilmu, namun kemudian takabur dan merasa paling pintar. Sebagian berbangga dengan asal usul keturunan; turunan ningrat, anak kiai, dan sebagainya. Ada juga yang merasa diri paling cantik, paling putih, paling mulus dibanding manusia lain.

Mereka yang beribadah, shalat siang malam, puasa, zakat dan berhaji merasa paling saleh dan sebagainya. Ada yang meninggalkan perintah-perintah Tuhan hanya karena mempertahankan dan bangga dengan budaya warisan nenek moyang, dan seolah-olah segala sesuatu di luar budaya itu tak bernilai. Tak sedikit juga yang mengesampingkan larangan-larangan Allah hanya karena menguber era laju zaman modern yang selalu dibanggakan.

Sebagai manusia, orang-orang semacam itu tak bermanfaat sama sekali. Mata jasmani mereka memang melihat, tapi mata hatinya sudah buta melihat kebenaran dan kebesaran Allah. Allah telah dijadikan nomor dua, sementara yang nomor satu adalah diri dan makhluk lain di sekitar dirinya. Hati mereka menjadi gelap tanpa nur iman sebagai pelita. Akal mereka tidak dapat membedakan antara yang hak (benar) dengan yang batil (salah).

” Kemudian dia berpaling (dari kebenaran) dan menyombongkan diri (takabur) ”
(Al Muddatstsir: 23).

Iblis sebagai pelopor sifat takabur selalu mendoktrin kepada siapa saja sifat takabur, dan mewariskannya kepada jin dan manusia. Tujuannya jelas, untuk menyebarkan sumpah (Iblis) pada golongannya sebagaimana golongan setan dari jenis jin. Setan tentu dominan untuk menjerumuskan dan menyesatkan bangsa jin, begitu pula setan dari golongan jenis manusia, sangat dominan untuk menjerumuskan dan menyesatkan bangsa manusia.
” Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka jahanam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai “
(Al A’raaf: 179).

Penawar Takabur
Seperti penyakit hati yang lain, mengobati sifat dan sikap sombong bukan perkara mudah. Tak ada dokter, tabib, atau sinse yang sanggup mengobatinya. Dari yang tidak mudah itu, ada beberapa yang bisa disebut sebagai obat mengatasi sombong atau takabur.

Pertama adalah tawadu atau merendahkan hati. Hanya dengan sikap rendah hati, meyakini tak ada yang lebih dan tak ada yang patut dibanggakan dari diri dan apapun yang diperbuat diri, semua kesombongan bisa disingkirkan. Sikap tawadu bisa mengimbangi dan menetralkan jiwa dari sifat takabur, karena hanya dengan rendah hati manusia bisa melaksanakan perintah Allah. Seorang yang selalu rendah hati, maka padanya tidak akan ada rasa congkak dan besar diri apalagi merasa lebih dari yang lain. Ia senantiasa meyakini sesuatu yang istimewa pada dirinya atau orang lain, semata karena anugerah Allah.

TTawakal adalah obat kedua melawan sombong. Dengan tawakal alias berserah diri sepenuhnya kepada Allah maka akal akan menyadari dan hati akan meyakini, semua yang terjadi pada manusia dan seluruh makhluk adalah atas kehendak Allah dan karena itu tak layak bagi manusia untuk menyombongkan diri selain hanya berpasrah pada Allah. Sifat takabur senantiasa mengajak manusia untuk berbuat ingkar kepada Allah, sebaliknya tawakal senantiasa menyuruh manusia berbuat menurut ketentuan Allah.

” Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya. “
(Ali ‘Imran: 159).

Ibarat manusia, maka akan didapati tawadu adalah sebagai ruh, dan tawakal sebagai jasad. Karena menyangkut tentang kesempurnaan dimensi batiniah dan dimensi jasmaniah, maka sangat jelas keberadaan dua sifat ini (tawadu dan tawakal) sangat menentukan untuk menetralkan keberadaan nafsu (jiwa) yang bertempat antara ruh dan jasad (lahiriah dan batiniah), termasuk sifat sombong. Karena itu jika ruh dan jasad tadi tak bersatu, sulit bagi manusia bisa mencapai derajat sebagai manusia utuh atau insan kamil.

—–0O0——

Baca Artikel Lainnya :

About these ads

4 Comments

    • koranindependen
    • Posted Februari 6, 2009 at Jumat, Februari 6, 2009
    • Permalink

    Semoga kita tak dijangkiti sifat sombong Azazil, tak membanggakan darah biru kebangsawanan, atau mengagungkan trah dan silsilah yang sampai hingga ke Bani Hasyim (Allah punya kehendak dengan tak memberi umur panjang kepada Ibrahim Ibn Muhammad, sehingga Rasul Allah tak punya keturunan langsung). Dan Subhanallahh Walhamdulillah, Allah pun tak memanjangkan umur Nabi/Rasul Isa AS (Jesus Kristus), sehingga tak sempat beroleh keturunan. Tak dapat dibayangkan jika kedua Nabi/Rasul itu memiliki anak lelaki sebagai penerus keturunan langsung (patrilineal), maka akan banyak dan bangga lah mereka yang mengaku cucu, buyut, dan cicit Nabi. Dan yang malah bingung adalah akan banyaknya keturunan Tuhan Jesus di bumi ini.

    Mbah Jogo :
    Betul ….n sependapat,
    Keturunan dan kedekatan (kekerabatan) tidak menjamin orang menjadi mulia (dibanggakan / membanggakan).
    Yang penting kita pegang kuat-kuat, Al Qur’an surah 49. Al Hujuraat – ayat 13 :
    “……….Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu.”

    Mudah-2 an doa saudaraku dikabulkan oleh Allah, agar kita terjauhkan dari sifat sombong dan senatiasa dalam ampunanNya……….amin..amin..ya robbal’alamin.
    Maturnuwun atas silaturrahminya.

    • awam
    • Posted Januari 5, 2010 at Selasa, Januari 5, 2010
    • Permalink

    Maaf, ane agak bingung Azazil itu sebenernya dari awalnya golongan malikat ato bukan …?
    klo dari malaikat kok diciptakan dari Api bukannya dari Nur & sifat maikat itu sendiri terbebas dari hawanafsu

    • eny
    • Posted Februari 8, 2010 at Senin, Februari 8, 2010
    • Permalink

    kami umat muslimlah yang paling benar…lebih pantas dihormati…dari siapapun…..yang lain hanya pantas dianiaya…disembelih..digorok….dirajam….dikutuk…dicaci…dimaki…dibunuh… dimusnahkan dari muka bumi…jadi jangan coba-coba melawan kami.INi adalah Jihat dan Allah merestuinya……..

    • amar AlKhatab
    • Posted November 28, 2011 at Senin, November 28, 2011
    • Permalink

    Imam al-Ghazali menjelaskan tiga cara dicadangkan bagi memerangi serangan syaitan, iaitu:
    # Mempelajari taktik tipu daya syaitan atau strategi se rangannya.

    # Tidak memberi perhatian atau layanan kepada hasutan syaitan. Anggap hasutan dan seruan syaitan itu seperti salakan anjing. Anjing kian garang dan galak menyalak apabila ia diberi perhatian atau maklum balas, sebaliknya ia lebih cepat memberhentikan salakan apabila kita tidak menghiraukan nya.

    # Lidah dan hati sentiasa menyebut Allah.

    Bagi mempelajari taktik dan tipu daya syaitan, kita hen daklah memahami dan mengenal pasti perbezaan antara was-was, ilham, bisikan hati dan seruan nafsu daripada sifat semula jadi kejadian manusia.

    Was-was adalah anak panah yang dilepaskan oleh syaitan ke dalam hati manusia dan bersarang di hati. Was-was juga mampu menguasai bisikan hati nurani atau lintasan fikiran manusia.

    Bisikan hati nurani juga dapat dipengaruhi oleh ilham. Ilham adalah lintasan fikiran yang lebih khusus iaitu menyeru ke arah kebaikan, datang daripada Allah melalui malaikat, manakala was-was bisikan hati yang menyeru kepada ke jahatan, datang daripada syaitan.

    Was-was itu penuh dengan tipu daya, kadangkala menyeru manusia kepada kebaikan sebagai umpan bagi memerangkap manusia. Contohnya, syaitan mempengaruhi manusia me ngerjakan ibadat sunat dan meninggalkan ibadat wajib.

    Menurut al-Ghazali, lintasan was-was datang daripada syaitan yang menyeru manusia kepada kejahatan. Tetapi ilham turun daripada Allah atau malaikat (dengan izin Allah) yang menyeru manusia kepada kebaikan dan kebajikan.

    Bagi mempelajari taktik dan tipu daya syaitan, kita hen daklah memahami dan mengenal pasti perbezaan antara was-was, ilham, bisikan hati dan seruan nafsu daripada sifat semula jadi kejadian manusia. Dua cara bagi mengesan tipu daya laktullah;

    1- BISIKAN 2- gambaran/kelibat

    Jika ini berlaku, perbanyakkan bacaan ayat Al Qoran terutama sekali surah Al Mu’minun:98 and al Kahfi:102. Pejamkan mata dan tawajjuh pada Allah SWT..sambil menekan kedua-dua mata dengan jari sehingga kelihatan satu gambaran sinaran. Fokus pada sinaran tersebut sambil berzikir. InshaAllah, dengan izinNYA saudara-saudariku akan melihat kehebatan Allah SWT dalam keadah perubatan ini. Yakin sepenuhnya pada Allah SWT, makhluk tiada kuasa..Yang Berkuasa hanyalah Allah SWT, Tuhan Yang Maha Pemurah..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s