Skip navigation

Fenomena tentang Tembok (dinding pemisah) Ja’juj-Ma’juj beraneka ragam, tetapi sangat baik sebagai bahan renungan (befikir), yaitu untuk mengingat kandungan Al Qur’an. Kebenaran Al Qur’an memang tidak diragukan, tetapi setiap manusia berkuwajiban untuk memikirkan (pembuktian) kandungan  Al Qur’an sebagai dzikir (mengingat) atas kebesaran Allah. Hanya orang yang mau mengunakan akalnya yang beruntung. Tetapi kekuatan daya pikir manusia terbatas…….!, selama tujuan mensikapi fenomena alam untuk mengingat keAgunngan Allah dan memikirkan tanda-tanda kekuasaanNYa, Insya Allah hidayah dan ampunan menyertainya……….

Artikel lain :

Update  20 Agustus 2009

  • Tembok Ya’juj & Ma’juj terbuka

Ada Artikel lain yang sangat menarik membahas letak Tembok Besi Ya’juj dan Ma’juj, yaitu artikel  “Tembok Ya’juj & Ma’juj terbuka” ( http://muslimvillage.wordpress.com/ ) disebutkan ;

Berdasarkan keterangan Surah al-Kahfi:92-98, fakta relevan mengenali Ya’juj & Ma’juj ialah:
a. Negeri Ya’juj & Ma’juj = Khazaria & Russia (Gog is the Anglo-American-Israeli alliance and Magog is Russia)
b. Jalan ke utara = ke utara Iran menuju ke Armenia
c. Di antara dua gunung = Gunung Caucasus
d. Kaum hampir mereka tidak memahami perkataan = Kaum Armenia
e. Tembok besi = Daryal Gorge/Iberian Gates/Caucasian Gates

dan

…. Anda boleh merujuk buku bagi memahami maksud “tembok yang menyekat Ya’juj & Ma’juj”. Tembok tersebut dipanggil sebagai Daryal Gorge/Iberian Gates/Caucasian Gates, iaitu tembok diperbuat daripada besi bercampur tembaga.

Setelah aku coba mencari ” Darial Gorge ” dengan Google Earth kutemukan  koordinat 42°44’41.00″N  44°37’21.00″E, yaitu perbatasan “Perbatasan Gorgea dan Rusia”. Kebenaran (letak Ya’juj dan Ma’juj)  ini Wallahu’alam.

Kutemukan lokasi seperti :

Jarak agak jauh……

.

Setelah didekatkan……

Dari pada penasaran coba aja deh…….. , jangan lupa dengan Google Earth  42°44’41.00″N  44°37’21.00″E, jika diubek-ubek memang lokasinya menarik… seperti ada bongkahan-bongkahan besi……….
Tentang kebenarannya Wallahu’alam.

—– 0O0 —–

  • Misteri tembok Ya’juj – Ma’juj

Isi Artikel :
Al Qur’an Surah 18.  Al Kahfi – ayat 94
Mereka berkata: “Hai Dzulkarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj[892] itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?”

[892]. Ya’juj dan Ma’juj ialah dua bangsa yang membuat kerusakan di muka bumi, sebagai yang telah dilakukan oleh bangsa Tartar dan Mongol.

Al Qur’an Surah 21. Al Anbiyaa’ – ayat 96-97 96. Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya’juj dan Ma’juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi.

97. Dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar (hari berbangkit), maka tiba-tiba terbelalaklah mata orang-orang yang kafir. (Mereka berkata): “Aduhai, celakalah kami, sesungguhnya kami adalah dalam kelalaian tentang ini, bahkan kami adalah orang-orang yang zalim.”

Ya-juj dan Ma-juj dalam Hadits

Dari Zainab Binti Jahsh -isteri Nabi SAW, berkata; “Nabi SAW bangun dari tidurnya dengan wajah memerah, kemudian bersabda; “Tiada Tuhan selain Allah, celakalah bagi Arab dari kejahatan yang telah dekat pada hari kiamat, (yaitu) Telah dibukanya penutup Ya-juj dan Ma-juj seperti ini !” beliau melingkarkan jari tangannya. (Dalam riwayat lain tangannya membentuk isyarat 70 atau 90), Aku bertanya; “Ya Rasulullah SAW, apakah kita akan dihancurkan walaupun ada orang-orang shalih ?” Beliau menjawab; “Ya, Jika banyak kejelekan.” (HR. Ahmad, Al-Bukhari dan Muslim)

—0O0—

Jenis dan Asal Usul Ya-juj dan Ma-juj dalam QS. Al-Kahfi : 94

Ya-juj dan Ma-juj menurut ahli lughah ada yang menyebut isim musytaq (memiliki akar kata dari bhs. Arab) berasal dari AJAJA AN-NAR artinya jilatan api. Atau dari AL-AJJAH (bercampur/sangat panas), al-Ajju (cepat bermusuhan), Al-Ijajah (air yang memancar keras) dengan wazan MAF’UL dan YAF’UL / FA’UL. Menurut Abu Hatim, Ma-juj berasal dari MAJA yaitu kekacauan. Ma-juj berasal dari Mu-juj yaitu Malaja. Namun, menurut pendapat yang shahih, Ya-juj dan Ma-juj bukan isim musytaq tapi merupakan isim ‘Ajam dan Laqab (julukan). Para ulama sepakat, bahwa Ya-juj dan Ma-juj termasuk spesies manusia. Mereka berbeda dalam menentukan siapa nenek moyangnya. Ada yang menyebutkan dari sulbi Adam AS dan Hawa atau dari Adam AS saja. Ada pula yang menyebut dari sulbi Nabi Nuh AS dari keturunan Syis/At-Turk menurut hadits Ibnu Katsir. Sebagaimana dijelaskan dalam tarikh, Nabi Nuh AS mempunyai tiga anak, Sam, Ham, Syis/At-Turk. Ada lagi yang menyebut keturunan dari Yafuts Bin Nuh. Menurut Al-Maraghi, Ya-juj dan Ma-juj berasal dari satu ayah yaitu Turk, Ya-juj adalah At-Tatar (Tartar) dan Ma-juj adalah Al-Maghul (Mongol), namun keterangan ini tidak kuat. Mereka tinggal di Asia bagian Timur dan menguasai dari Tibet, China sampai Turkistan Barat dan Tamujin.

Mereka dikenal sebagai Jengis Khan (berarti Raja Dunia) pada abad ke-7 H di Asia Tengah dan menaklukan Cina Timur. Ditaklukan oleh Quthbuddin Bin Armilan dari Raja Khuwarizmi yang diteruskan oleh anaknya Aqthay. “Batu” anak saudaranya menukar dengan negara Rusia tahun 723 H dan menghancurkan Babilon dan Hongaria. Kemudian digantikan Jaluk dan dijajah Romawi dengan menggantikan anak saudaranya Manju, diganti saudaranya Kilay yang menaklukan Cina. Saudaranya Hulako menundukan negara Islam dan menjatuhkan Bagdad pada masa daulah Abasia ketika dipimpin Khalifah Al-Mu’tashim Billah pertengahan abad ke-7 H / 656 H.

Ya-juj dan Ma-juj adalah kaum yang banyak keturunannya.Menurut mitos, mereka tidak mati sebelum melihat seribu anak lelakinya membawa senjata. Mereka taat pada peraturan masyarakat, adab dan pemimpinnya. Ada yang menyebut mereka berperawakan sangat tinggi sampai beberapa meter dan ada yang sangat pendek sampai beberapa centimeter. Konon, telinga mereka panjang, tapi ini tidak berdasar.

Pada QS. Al-Kahfi:94, Ya-juj dan Ma-juj adalah kaum yang kasar dan biadab. Jika mereka melewati perkampungan, membabad semua yang menghalangi dan merusak atau bila perlu membunuh penduduk. Karenya, ketika Dzulkarnain datang, mereka minta dibuatkan benteng agar mereka tidak dapat menembus dan mengusik ketenangan penduduk.

Siapakah Dzulkarnain ?

  1. Menurut versi Barat, Dzulkarnain adalah Iskandar Bin Philips Al-Maqduny Al-Yunany (orang Mecedonia, Yunani). Ia berkuasa selama 330 tahun. Membangun Iskandariah dan murid Aristoteles. Memerangi Persia dan menikahi puterinya. Mengadakan ekspansi ke India dan menaklukan Mesir.
  2. Menurut Asy-Syaukany, pendapat di atas sulit diterima, karena hal ini mengisyaratkan ia seorang kafir dan filosof. Sedangkan al-Quran menyebutkan; “Kami (Allah) mengokohkannya di bumi dan Kami memberikan kepadanya sebab segala sesuatu.”
  3. Menurut sejarawan muslim Dzulkarnain adalah julukan Abu Karb Al-Himyari atau Abu Bakar Bin Ifraiqisy dari daulah Al-Jumairiyah (115 SM – 552 M.). Kerajaannya disebut At-Tababi’ah. Dijuluki Dzulkarnain (Pemilik dua tanduk), karena kekuasaannya yang sangat luas, mulai ujung tanduk matahari di Barat sampai Timur. Menurut Ibnu Abbas, ia adalah seorang raja yang shalih.
    Ia seorang pengembara dan ketika sampai di antara dua gunung antara Armenia dan Azzarbaijan. Atas permintaan penduduk, Dzulkarnain membangun benteng. Para arkeolog menemukan benteng tersebut pada awal abad ke-15 M, di belakang Jeihun dalam ekspedisi Balkh dan disebut sebagai “Babul Hadid” (Pintu Besi) di dekat Tarmidz. Timurleng pernah melewatinya, juga Syah Rukh dan ilmuwan German Slade Verger. Arkeolog Spanyol Klapigeo pada tahun 1403 H. Pernah diutus oleh Raja Qisythalah di Andalus ke sana dan bertamu pada Timurleng. “Babul Hadid” adalah jalan penghubung antara Samarqindi dan India.

BENARKAH TEMBOK CINA ADALAH TEMBOK Zulkarnain ?

Banyak orang menyangka itulah tembok yang dibuat oleh Zulkarnain dalam surat Al Kahfi. Dan yang disebut Ya’juj dan Ma’juj adalah bangsa Mongol dari Utara yang merusak dan menghancurkan negeri-negeri yang mereka taklukkan. Mari kita cermati kelanjutan surat Al Kahfi ayat 95-98 tentang itu. Zulkarnain memenuhi permintaan penduduk setempat untuk membuatkan tembok pembatas. Dia meminta bijih besi dicurahkan ke lembah antara dua bukit. Lalu minta api dinyalakan sampai besi mencair. Maka jadilah tembok logam yang licin tidak bisa dipanjat. Ada tiga hal yang berbeda antara Tembok Cina dan Tembok Zulkarnain. Pertama, tembok Cina terbuat dari batu-batu besar yang disusun, bukan dari besi. Kedua, tembok itu dibangun bertahap selama ratusan tahun oleh raja-raja Dinasti Han, Ming, dst. Sambung-menyambung. Ketiga, dalam Al Kahfi ayat 86, ketika bertemu dengan suatu kaum di Barat, Allah berfirman,

“Wahai Zulkarnain, terserah padamu apakah akan engkau siksa kaum itu atau engkau berikan kebaikan pada mereka.” Artinya, Zulkarnain mendapat wahyu langsung dari Tuhan, sedangkan raja-raja Cina itu tidak. Maka jelaslah bahwa tembok Cina bukan yang dimaksud dalam surat Al Kahfi. Jadi di manakah tembok Zulkarnain?

BEBERAPA PENELITIAN TEMBOK YA’JUJ

Abdullah Yusuf Ali dalam tafsir The Holy Qur’an menulis bahwa di distrik Hissar, Uzbekistan, 240 km di sebelah tenggara Bukhara, ada celah sempit di antara gunung-gunung batu. Letaknya di jalur utama antara Turkestan ke India dengan ordinat 38oN dan 67oE. Tempat itu kini bernama buzghol-khana dalam bahasa Turki, tetapi dulu nama Arabnya adalah bab al hadid. Orang Persia menyebutnya dar-i-ahani. Orang Cina menamakannya tie-men-kuan. Semuanya bermakna pintu gerbang besi.

Hasil dari Google Earth :
View 00 Ordinat 380N 670E

View 750 Ordinat 380N 670E

View 750 Ordinat 380N 670E

Hiouen Tsiang, seorang pengembara Cina pernah melewati pintu berlapis besi itu dalam perjalanannya ke India di abad ke-7. Tidak jauh dari sana ada danau yang dinamakan Iskandar Kul. Di tahun 842 Khalifah Bani Abbasiyah, al-Watsiq, mengutus sebuah tim ekspedisi ke gerbang besi tadi. Mereka masih mendapati gerbang di antara gunung selebar 137 m dengan kolom besar di kiri kanan terbuat dari balok-balok besi yang dicor dengan cairan tembaga, tempat bergantung daun pintu raksasa. Persis seperti bunyi surat Al Kahfi.

Pada Perang Dunia II, konon Winston Churchill, pemimpin Inggris, mengenali gerbang besi itu.
Apa pun tentang keberadaan dinding penutup tersebut, ia memang terbukti ada sampai sekarang di Azerbaijan dan Armenia. Tepatnya ada di perunungan yang sangat tinggi dan sangat keras. Ia berdiri tegak seolah-olah diapit oleh dua buah tembok yang sangat tinggi. Tempat itu tercantum pada peta-peta Islam mahupun Rusia, terletak di republik Georgia.

Al-Syarif al-Idrisi menegaskan hal itu melalui riwayat penelitian yang dilakukan Sallam, staf peneliti pada masa Khalifah al-Watsiq Billah (Abbasiah). Konon, Al-Watsiq pernah bermimpi tembok penghalang yang dibangun Iskandar Dzul Qarnain untuk memenjarakan Ya’juj-Ma’juj terbuka.
Mimpi itu mendorong Khalifah untuk mengetahui perihal tembok itu saat itu, juga lokasi pastinya. Al-Watsiq menginstruksikan kepada Sallam untuk mencari tahu tentang tembok itu. Saat itu sallam ditemani 50 orang. Penelitian tersebut memakan biaya besar. Tersebut dalam Nuzhat al-Musytaq, buku geografi, karya al-Idrisi, Al-Watsiq mengeluarkan biaya 5000 dinar untuk penelitian ini.

Rombongan Sallam berangkat ke Armenia. Di situ ia menemui Ishaq bin Ismail, penguasa Armenia. Dari Armenia ia berangkat lagi ke arah utara ke daerah-daerah Rusia. Ia membawa surat dari Ishaq ke penguasa Sarir, lalu ke Raja Lan, lalu ke penguasa Faylan (nama-nama daerah ini tidak dikenal sekarang). Penguasa Faylan mengutus lima penunjuk jalan untuk membantu Sallam sampai ke pegunungan Ya’juj-Ma’juj. 27 hari Sallam mengarungi puing-puing daerah Basjarat. Ia kemudian tiba di sebuah daerah luas bertanah hitam berbau tidak enak. Selama 10 hari, Sallam melewati daerah yang menyesakkan itu. Ia kemudian tiba di wilayah berantakan, tak berpenghuni. Penunjuk jalan mengatakan kepada Sallam bahwa daerah itu adalah daerah yang dihancurkan oleh Ya’juj-Ma’juj tempo dulu. Selama 6 hari, berjalan menuju daerah benteng. Daerah itu berpenghuni dan berada di balik gunung tempat Ya’juj-Ma’juj berada. Sallam kemudian pergi menuju pegunungan Ya’juj-Ma’juj. Di situ ia melihat pegunungan yang terpisah lembah. Luas lembah sekitar 150 meter. Lembah ini ditutup tembok berpintu besi sekitar 50 meter.

Dalam Nuzhat al-Musytaq, gambaran Sallam tentang tembok dan pintu besi itu disebutkan dengan sangat detail (Anda yang ingin tahu bentuk detailnya, silakan baca: Muzhat al-Musytaq fi Ikhtiraq al-Afaq, karya al-Syarif al-Idrisi, hal. 934 -938).

Al-Idrisi juga menceritakan bahwa menurut cerita Sallam penduduk di sekitar pegunungan biasanya memukul kunci pintu besi 3 kali dalam sehari. Setelah itu mereka menempelkan telinganya ke pintu untuk mendengarkan reaksi dari dalam pintu. Ternyata, mereka mendengar gema teriakan dari dalam. Hal itu menunjukkan bahwa di dalam pintu betul-betul ada makhluk jenis manusia yang konon Ya’juj-Ma’juj itu.

Ya’juj-Ma’juj sendiri, menurut penuturan al-Syarif al-Idrisi dalam Nuzhat al-Musytaq, adalah dua suku keturunan Sam bin Nuh. Mereka sering mengganggu, menyerbu, membunuh, suku-suku lain. Mereka pembuat onar, dan sering menghancurkan suatu daerah. Masyarakat mengadukan kelakuan suku Ya’juj dan Ma’juj kepada Iskandar Dzul Qarnain, Raja Macedonia. Iskandar kemudian menggiring (mengusir) mereka ke sebuah pegunungan, lalu menutupnya dengan tembok dan pintu besi.

Menjelang Kiamat nanti, pintu itu akan jebol. Mereka keluar dan membuat onar dunia, sampai turunnya Nabi Isa al-Masih.

Dalam Nuzhat al-Musytaq, al-Syarif al-Idrisi juga menuturkan bahwa Sallam pernah bertanya kepada penduduk sekitar pegunungan, apakah ada yang pernah melihat Ya’juj-Ma’juj. Mereka mengaku pernah melihat gerombolan orang di atas tembok penutup. Lalu angin badai bertiup melemparkan mereka. Penduduk di situ melihat tubuh mereka sangat kecil. Setelah itu, Sallam pulang melalui Taraz (Kazakhtan), kemudian Samarkand (Uzbekistan), lalu kota Ray (Iran), dan kembali ke istana al-Watsiq di Surra Man Ra’a, Iraq. Ia kemudian menceritakan dengan detail hasil penelitiannya kepada Khalifah. Kalau menurut penuturan Ibnu Bathuthah dalam kitab Rahlat Ibn Bathuthah pegunungan Ya’juj-Ma’juj berada sekitar perjalanan 6 hari dari Cina. Penuturan ini tidak bertentangan dengan al-Syarif al-Idrisi. Soalnya di sebelah Barat Laut Cina adalah daerah-daerah Rusia. Referensi: Az-Zuhaily, Tafsir Al-Munir. Dr. Thaha Ad-Dasuqy, ‘Aqidatuna Wa Shilatuha Bil Kaun Wal Insan Wal Hayat, Darul Huda, Kairo, 1995. Syekh Sya’ban ‘Abdulhadi Abu Rabah, Islamiyat, Haqaiq Fi Dzilli Tauhid Al-Ara Al-Islamiyah, Muassasah Al-’Arabiyah Al-Haditsiyah, Kairo, 1991. link :

  • http://jampanx.multiply.com/reviews/item/70
  • http://www.bluefame.com/lofiversion/index.php/t146335.html
  • —–0O0—–

    About these ads

    14 Comments

      • Islah
      • Posted Juli 9, 2009 at Kamis, Juli 9, 2009
      • Permalink

      Gw udah lihat di Google Earth, kok nggak ada dinding.ya??

      Mbahjogo :
      sama…., aku juga coba dengan goole earth hanya terlihat seperti tampilan diatas… :)

      • eD
      • Posted Juli 14, 2009 at Selasa, Juli 14, 2009
      • Permalink

      “…Maka mereka… tidak dapat menebuknya…”; al-Kahfi:97

      Ayat menyatakan mereka tidak dapat “menebuk” tembok tersebut. Beribu-ribu tahun Allah swt memelihara tembok tersebut dan tiada yang mampu menebuk tembok kecuali apabila Allah swt mengizinkan Ya’juj & Ma’juj dilepaskan.

      Sebaliknya dan di dalam satu hadis, Nabi bangkit dari tidur [dalam satu riwayat yang lain, Nabi masuk ke rumah Zainab binti Jahsyi], lalu berkata, “Celakalah Arab kerana kejahatan telah hampir. Ya’juj dan Ma’juj telah menembusi tembok seluas ini.” Nabi mengisyaratkan lubang dengan menemukan ibu jari dan jari telunjuk.

      Apakah maksud hadis apabila dibaca bersama ayat 97 surah al-Kahfi yang menyatakan Ya’juj & Ma’juj “tidak dapat menebuknya”? Ini membuktikan Allah swt telah melepaskan mereka kerana fakta tembok berlubang membuktikan mereka telah berjaya menebuk tembok. Tembok tidak akan berlubang jika tidak boleh ditebuk!

      Tiada satu makhluk pun di seluruh alam ini mampu “menebuk” tembok kecuali dengan keizinan Allah swt, iaitu bermaksud jika Allah swt tidak mengizinkan Ya’juj dan Ma’juj dilepaskan. Oleh itu fakta tembok berlubang membuktikan Ya’juj & Ma’juj dilepaskan semasa zaman kehidupan Rasulullah saw di Madinah, iaitu selepas Allah swt menukarkan kiblah ke arah Kabbah.

      Bersambung di http://muslimvillage.wordpress.com/2009/07/10/gog/

      Mbahjogo :
      Aku sudah menenggok di http://muslimvillage.wordpress.com/2009/07/10/gog/
      Ulasan yang cukup menarik untuk menambah wawasan dan menambah kekuatan dalam keyakinan.

      Terima kasih atas kunjungan.
      Salam Ukhuwah.

      • uli wahyu puspita
      • Posted Agustus 26, 2009 at Rabu, Agustus 26, 2009
      • Permalink

      pdhl di al qur’an diterangkan klu yg brhasil memasukkan ya’juj ma’juj itu imam mahmudi.yg q denger sih ya’juj ma’juj itu di mskkan ke dlm 2 gunung yg kemudian di apit leh tembok besi.n ya’juj ma’juj itu dlu prnah keluar pd zaman nb isa as.

      • uli wahyu puspita
      • Posted Agustus 26, 2009 at Rabu, Agustus 26, 2009
      • Permalink

      maaf slh nulis yg btl pd zaman nb nuh as.n knp ya?di internet dah tersebar ft dajjal n ya’juj ma’juj?pdhl shrusnyakan yg tau cuma umat pd zaman itu sj.knp lanusia hrs mengada2 pa gk tkut dosa????

      • Abu Fauzan
      • Posted September 15, 2009 at Selasa, September 15, 2009
      • Permalink

      @Uly wahyu puspita…

      kalo membuat pernyataan sebaiknya dilandasi ilmu yg kokoh.

      Paparan anti itu terbalik2, dan kacau dari urutan pelaku dan waktu peristiwa.

      Bahkan menyebut Imam Mahdi pun masih keliru dengan Imam Mahmudi. Mahdi dan mahmudi itu beda jauh artinya secara makna bahasa arab.

      anti mesti banyak belajar dan taklim nih..
      Jadi tidak keliru memahami dan membuat statement…

      semangat ya…

      • Fahi
      • Posted September 17, 2009 at Kamis, September 17, 2009
      • Permalink

      Sungguh menarik untuk menyimaknya, saya coba kata kunci yang terhdapat dalam artikel ini dengan mencarinya di “Google Earth dan Youtobe maupun google search” dan ternyata banyak sekali literatur yang berselisih. Memang begitulah kebenaran Ilmu yang bersifat obyektif namun relatif.
      Moga Artikel ini menambah khasanah ilmu, dan menambah keimanan kepada Allah aza wazalla. Amien.
      Salam Persahabatan

    1. ya, subhanallah inilah memang benar2 allah swt memiliki kekuasaan yg amat luas,. buktinya dari uläsan cerita di atas mengenai ya’juj dn ma’juj ternyata masih hidup di zaman sekarang. coba kita byngkn bila ya’juj dan ma’juj berkeliaran di negeri ini pasti kiamat yah., he sereem. smg kt tdk trmsk orang2 yang menyaksikan dasyahtnya hr kiamat

    2. di kurung selama ribuan tahun , makan sama minumnya gimana yah apa enggak mati karena kelaparan….

      • tengik
      • Posted Mei 13, 2010 at Kamis, Mei 13, 2010
      • Permalink

      di bom atom aja temboknya biar mati sekalian ya’juj ma’jujnya atau ledakin pakai nuklir aja

      • zahfa
      • Posted Oktober 6, 2010 at Rabu, Oktober 6, 2010
      • Permalink

      smw yg ada dlm al qur’an itu benar adanya, dan qt sbg ummat muslim yg beriman kpd kitab alqur’an pastinya tidak boleh ada keraguan dlm hati qt akan kebesaran Allah.

      • Ummu 'Abdillaah
      • Posted Desember 8, 2010 at Rabu, Desember 8, 2010
      • Permalink

      Bismillaah, yg d maksud tmbok ya’juj dan ma’juj telah brlubang yg d dlm hadits itu,bukn berarti mereka bisa kluar saat skrng, ada sbuah hadits bhwa ya’juj dan ma’juj brusaha mlubangi dinding itu tpi keesokn hrinya dinding itu kmbali sprti smula,brulah ktika Alloh mnidzin kluar,maka mreka akan mnjlang hr kiamat, silakan liat di kitab TANDA-TANDA HARI KIAMAT KARYA YUSUF AL-WABIL,maka ya’juj dan ma’juj blumkluar smp skrng… walloohu’alam

      • Melisa
      • Posted Desember 22, 2010 at Rabu, Desember 22, 2010
      • Permalink

      tidak ada jaminan bahwa raja-raja china tidak mengenal wahyu dari tuhan…di china juga mengenal tentang konsep ketuhanan monotheisme yang di sebut sebagai tian atau shang di…
      dan memang unsur tembok cina tidak mengandung besi.dan memang tidaksemuanya,ada tembok awal yg pertama kali yg dipelopori oleh raja,yg terbuat dari besi.speninggal sang raja.banyak orang cina yg akhirnya mengikuti jejak beliau untuk membuat tembok.namun karena ia tidak sepandai raja tersebut,akhirnya hanya membuat tembok tersebut hanya dari bata…Wallahu A’lam

      • viegy
      • Posted September 14, 2012 at Jumat, September 14, 2012
      • Permalink

      hanya allah yang tahu……

    3. ya, merekalah(bangsa cina di sekitar kitalah) bangsa ya’juj ma’juj itu,wannaas/setan berbentuk manusia utama/setan zaman sekarang.setelah di saring 2 & di tes 2 , merekalah bangsa salah 1 tanda kiamat besar itu . mereka berusaha menguasai dunia untuk mendapat kepercayaan orang& memperbanyak kemungkinan untuk menutupi kebenaran agar sejarah yang asli jadi membingungkan. bangsa yang lebih suka jadi nomer 2/orang biasa,biang adu domba dunia,pandai mengkambinghitamkan orang/bangsa lain,pandai menciptakan ‘anjing 2′ lewat penguasaan ekonomi,biang komunis,bangsa yang paling pandai bersandiwara,pandai lempar batu sembunyi tangan&banyak lagi biang 2 perbuatan 2 terbusuk yang mereka lakukan.bukannya saya berani,saya pun paling takut sama bangsa yang sebenarnya terbusuk itu,saya hanya di luar kendali/di luar control saya.makanya mereka tidak menyerang secara langsung,tapi lewat orang 2 setempat yang berhasil tanpa sadar di jadikan anjing/kaki tangan,padahal bangsa terbusuk itulah otaknya.makanya mereka pandai menguasai dunia,bangsa biang paling menghalalkan segala cara,bangsa yang men tuhan kan sesama manusia/orang yang punya/orang yang bersifat baiklah yang di maksud tuhan.memang hampir serupa tapi tak sama dengan agama sebenarnya yang men tuhan kan tuhan langit.kita di tipu pelan 2 lewat orang 2 bodoh penghianat/anjing 2 nya.mereka tidak menyerang secara langsung. tapi di satu sisi bangsa terbusuk itulah(ya’juj ma’juj) yang jadi penemu 2 pesawat,bicara jarak jauhdsb 2. hanya satu jalan yang terbaik yang kita lakukan di zaman sekarang, yaitu ……… TAQWA .


    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s