Skip navigation

From: phay, 13/12/2007 16:21:43

Bila kita akan ‘berangkat” dari alam ini ia ibarat penerbangan ke sebuah Negara, :

  • Dimana informasi tentangnya tidak terdapat dalam brosur penerbangan, tetapi melalui Al-Qur’an dan Al-Hadist.
  • Dimana penerbangan bukannya dengan Garuda Airlines, Singapore Airlines, atau American Airlines, tetapi Al-Jenazah Airlines.
  • Dimana bekal kita bukan lagi tas seberat 23Kg, tetapi amalan yang tak lebih dan tak kurang.
  • Dimana bajunya bukan lagi Pierre Cardin, atau setaraf dengannya, akan tetapi kain kafan putih.
  • Dimana pewanginya bukan Channel atau Polo, tetapi air biasa yang suci.
  • Dimana passport kita bukanIndonesia , British atau American, tetapi Al-Islam.
  • Dimana visa kita bukan lagi sekedar 6 bulan, tetapi ‘Laailaahaillallah’.
  • Dimana pelayannya bukan pramugari jelita, tetapi Izrail dan lain-lain.
  • Dimana servisnya bukan lagi kelas business atau ekonomi, tetapi sekedar kain yang diwangikan.
  • Dimana tujuan mendarat bukannya Bandara Cengkareng, Heathrow Airport atau Jeddah International, tetapi tanah pekuburan.
  • Dimana ruang menunggunya bukan lagi ruangan ber AC dan permadani, tetapi ruang 2×1 meter, gelap gulita.
  • Dimana pegawai imigrasi adalah Munkar dan Nakir, mereka hanya memeriksa apakah kita layak ke tujuan yang diidamkan.
  • Dimana tidak perlu satpam dan alat detector.
  • Dimana lapangan terbang transitnya adalah Al Barzah.
  • Dimana tujuan terakhir apakah Syurga yang mengalir sungai dibawahnya atau Neraka Jahannam.
  • Penerbangan ini tidak akan dibajak atau dibom, karena itu tak perlu bimbang.
  • Sajian tidak akan disediakan, oleh karena itu tidak perlu merisaukan masalah alergi atau halal haram makanan.
  • Jangan risaukan cancel pembatalan, penerbangan ini senantiasa tepat waktunya, ia berangkat dan tiba tepat pada masanya.
  • Jangan pikirkan tentang hiburan dalam penerbangan, anda telah hilang selera bersuka ria.
  • Jangan bimbang tentang pembelian tiket, ianya telah siap di booking sejak anda ditiupkan ruh di dalam rahim ibu.

YA ! BERITA BAIK !!

Jangan bimbangkan siapa yang duduk di sebelah anda. Anda adalah satu-satunya penumpang penerbangan ini. Oleh karena itu bergembiralah selagi bisa! Dan sekiranya anda bisa!

Hanya ingat! Penerbangan ini datang tanpa ‘Pemberitahuan’.

Cuma perlu ingat!! Nama anda telah tertulis dalam tiket untuk Penerbangan…

Saat penerbangan anda berangkat… tanpa doa Bismillahi Tawakkaltu ‘Alallah, atau ungkapan selamat jalan. Tetapi Inalillahi Wa Inna ilaihi Rajiuun… Anda berangkat pulang ke Rahmatullah.

Mati.

ADAKAH KITA TELAH SIAP UNTUK BERANGKAT?

‘Orang yang cerdas adalah orang yang mengingat kematian. Karena dengan kecerdasannya dia akan mempersiapkan segala perbekalan untuk menghadapinya.’

ASTAGHFIRULLAH 3X, semoga ALLAH SWT mengampuni kita beserta keluarga…

Amiin… WALLAHU A’LAM

Catatan:

Penerbangan ini berlaku untuk segala umur… tanpa kecuali, maka perbekalan lebih baik dipersiapkan sejak dini… sangat tidak bijak dan tidak cerdas bagi yang menunda-nunda mempersiapkan perbekalannya.

SUARA YANG DIDENGAR MAYAT

Yang akan ikut mayat adalah tiga hal yaitu:

  1. Keluarga
  2. Hartanya
  3. Amalnya

Ada Dua Yang Kembali Dan Satu akan Tinggal Bersamanya yaitu:

  1. Keluarga dan Hartanya Akan Kembali.
  2. Sementara Amalnya Akan Tinggal Bersamanya.

Ketika Roh Meninggalkan Jasad… Terdengarlah Suara Dari Langit Memekik,

“Wahai Fulan Anak Si Fulan…

Apakah Kau Yang Telah Meninggalkan Dunia, Atau Dunia Yang Meninggalkanmu…

Apakah Kau Yang Telah Menumpuk Harta Kekayaan, Atau Kekayaan Yang Telah Menumpukmu…

Apakah Kau Yang Telah Menumpuk Dunia, Atau Dunia Yang Telah Menumpukmu…

Apakah Kau Yang Telah Mengubur Dunia, Atau Dunia Yang Telah Menguburmu.”

Ketika Mayat Tergeletak Akan Dimandikan… Terdengar Dari Langit Suara Memekik,

“Wahai Fulan Anak Si Fulan…

Mana Badanmu Yang Dahulunya Kuat, Mengapa Kini Terkulai Lemah…

Mana Lisanmu Yang Dahulunya Fasih, Mengapa Kini Bungkam Tak Bersuara…

Mana Telingamu Yang Dahulunya Mendengar, Mengapa Kini Tuli Dari Seribu Bahasa…

Mana Sahabat-Sahabatmu Yang Dahulunya Setia, Mengapa Kini Raib Tak Bersuara”

Ketika Mayat Siap Dikafan… Suara Dari Langit Terdengar Memekik,

“Wahai Fulan Anak Si Fulan…

Berbahagialah Apabila Kau Bersahabat Dengan Ridha…

Celakalah Apabila Kau Bersahabat Dengan Murka Allah…

Wahai Fulan Anak Si Fulan…

Kini Kau Tengah Berada Dalam Sebuah Perjalanan Nun Jauh Tanpa Bekal…

Kau Telah Keluar Dari Rumahmu Dan Tidak Akan Kembali Selamanya…

Kini Kau Tengah Safar Pada Sebuah Tujuan Yang Penuh Pertanyaan.”

Ketika Mayat Diusung… Terdengar Dari Langit Suara Memekik,

“Wahai Fulan Anak Si Fulan…

Berbahagialah Apabila Amalmu Adalah Kebajikan…

Berbahagialah Apabila Matimu Diawali Tobat…

Berbahagialah Apabila Hidupmu Penuh Dengan Taat.”

Ketika Mayat Siap Dishalatkan… Terdengar Dari Langit Suara Memekik,

“Wahai Fulan Anak Si Fulan…

Setiap Pekerjaan Yang Kau Lakukan Kelak Kau Lihat Hasilnya Di Akhirat…

Apabila Baik Maka Kau Akan Melihatnya Baik…

Apabila Buruk, Kau Akan Melihatnya Buruk.”

Ketika Mayat Dibaringkan Di Liang Lahat… Terdengar Suara Memekik Dari Langit,

“Wahai Fulan Anak Si Fulan…

Apa Yang Telah Kau Siapkan Dari Rumahmu Yang Luas Di Dunia Untuk Kehidupan Yang Penuh Gelap Gulita Di Sini…

Wahai Fulan Anak Si Fulan…

Dahulu Kau Tertawa, Kini Dalam Perutku Kau Menangis…

Dahulu Kau Bergembira, Kini Dalam Perutku Kau Berduka…

Dahulu Kau Bertutur Kata, Kini Dalam Perutku Kau Bungkam Seribu Bahasa.”

Ketika Semua Manusia Meninggalkannya Sendirian… Allah Berkata Kepadanya,

“Wahai Hamba-Ku…

Kini Kau Tinggal Seorang Diri Tiada Teman Dan Tiada Kerabat Di Sebuah Tempat Kecil, Sempit Dan Gelap…

Mereka Pergi Meninggalkanmu Seorang Diri…

Padahal, Karena Mereka Kau Pernah Langgar Perintahku…

Hari Ini, Akan Kutunjukan Kepadamu Kasih Sayang-Ku Yang Akan Takjub Seisi Alam…

Aku Akan Menyayangimu Lebih Dari Kasih Sayang Seorang Ibu Pada Anaknya”.

Kepada Jiwa-Jiwa Yang Tenang Allah Berfirman,

“Wahai Jiwa Yang Tenang Kembalilah Kepada Tuhanmu Dengan Hati Yang Puas Lagi Diridhai-Nya Maka Masuklah Ke Dalam Jamaah Hamba-Hamba-Ku Dan Masuklah Ke Dalam Jannah-Ku”

Anda Ingin Beramal Shaleh…?

Tolong Kirimkan Kepada Rekan-Rekan Muslim Lainnya Yang Anda Kenal…!!! Semoga Kematian akan menjadi pelajaran yang berharga bagi kita dalam menjalani hidup ini. Rasulullah SAW menganjurkan kita untuk senantiasa mengingat mati (maut) dan dalam sebuah hadistnya yang lain, beliau bersabda “wakafa bi almautiwa’idha”, artinya cukuplah mati itu akan menjadi pelajaran bagimu!

Semoga bermanfaat bagi kita semua, Amiin…

Bahan Renungan Untuk Anda, Sahabatku, yang mungkin terlalu sibuk bekerja…

Luangkanlah waktu sejenak untuk membaca dan merenungkan pesan ini…

Alhamdulillah, Anda beruntung telah terpilih untuk mendapatkan kesempatan membaca email ini…

Aktifitas keseharian kita selalu mencuri konsentrasi kita. Kita seolah lupa dengan sesuatu yang kita tak pernah tahu kapan datangannya. Sesuatu yang bagi sebagian orang sangat menakutkan.Tahukah kita kapan kematian akan menjemput kita???

—–0O0—–

Baca artikel lainnya :

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: