Skip navigation

Artikel ini dari milis tetangga, sebagai catatan harian untuk pengingat diri yang sering salah dan lupa. Banyak orang (termasuk diri ini) jika akan bepergian jauh (ke Bali atau ke Luar Negri atau…..) sangat sibuk menghitung dan mempersiapkan bekal, agar tidak kesusahan / kesulitan di tempat tujuan. Jika bekal tersebut habis, masih bisa untuk mencari lagi karena masih bisa pulang kerumah untuk bekerja.

Tetapi jika takdir sudah tiba untuk berangkat  ke tempat yang tidak bisa kembali lagi kerumah, dan yang pasti setiap manusia akan pergi kesana…… “ALAM KUBUR“. Banyak yang lupa untuk mempersiapkan bekalnya (amal kebaikan dan keikhlasan). Padahal disana disediakan  kenikmatan dan kesengsaraan (yang didnuia belum pernah dirasakan).

Ya Allah, takdirkan diakhir hayatku dalam keadaan KHUSNUL KHOTIMAH dan ampunilah semua dosaku dan dosa kedua orang tuaku, dosa umat islam. Terimalah amal kebaikan semuanya sebagai bekal di “ALAM KUBUR dan  AKHERAT”  …..amin….amin….amin.

Untuk saudaraku yang sempat mampir dan membaca semua artikel di blog ini, jika ada yang kurang berkenan dihati, aku sebagai manusia yang banyak kesalahan dan pelupa, mohon maaf dan keihlasannya. Terima kasih……
salam.

Aku Dimakamkan Hari Ini

Perlahan, tubuhku ditutupi tanah,
perlahan, semua pergi meninggalkanku,
masih terdengar jelas langkah-langkah terakhir mereka,
aku sendirian, di tempat gelap yang tak pernah terbayang,
sendiri, menunggu keputusan…

Istri, belahan hati, belahan jiwa pun pergi,
Anak, yang di tubuhnya darahku mengalir, tak juga tinggal,
Apatah lagi sekedar tangan kanan, kawan dekat, rekan bisnis, atau orang-orang lain,
Aku bukan siapa-siapa lagi bagi mereka.

Istriku menangis, sangat pedih, aku pun demikian,
Anakku menangis, tak kalah sedih, dan aku juga,
Tangan kananku menghibur mereka,
kawan dekatku berkirim bunga dan ucapan,
tetapi aku tetap sendiri,
disini, menunggu perhitungan…

Menyesal sudah tak mungkin,
Tobat tak lagi dianggap,
dan ma’af pun tak bakal didengar,
aku benar-benar harus sendiri…
Tuhanku, (entah dari mana kekuatan itu datang, setelah sekian lama aku tak lagi dekat dengan-Nya),

jika Kau beri aku satu lagi kesempatan,
jika Kau pinjamkan lagi beberapa hari milik-Mu,
beberapa hari saja…

Aku akan berkeliling, memohon ma’af pada mereka,
yang selama ini telah merasakan zalimku,
yang selama ini sengsara karena aku,
yang tertindas dalam kuasaku,
yang selama ini telah aku sakiti hatinya
yang selama ini telah aku bohongi

Aku harus kembalikan, semua harta kotor ini,
yang kukumpulkan dengan wajah gembira,
yang kukuras dari sumber yang tak jelas,
yang kumakan, bahkan yang kutelan.
Aku harus tuntaskan janji-janji palsu yg sering ku umbar dulu.

Dan Tuhan,
beri lagi aku beberapa hari milik-Mu,
untuk berbakti kepada ayah dan ibu tercinta,
teringat kata-kata kasar dan keras yang menyakitkan hati mereka,
maafkan aku ayah dan ibu,
mengapa tak kusadari betapa besar kasih sayangmu…
beri juga aku waktu,
untuk berkumpul dengan istri dan anakku,
untuk sungguh-sungguh beramal soleh,

Aku sungguh ingin bersujud dihadapan-Mu,
bersama mereka…
begitu sesal diri ini,
karena hari-hari telah berlalu tanpa makna penuh kesia-siaan,
kesenangan yang pernah kuraih dulu,
tak ada artinya sama sekali…
mengapa ku sia-siakan saja,
waktu hidup yang hanya sekali itu,
andai ku bisa putar ulang waktu itu…

Aku dimakamkan hari ini,
dan semua menjadi tak terma’afkan,
dan semua menjadi terlambat,
dan aku harus sendiri,
untuk waktu yang tak terbayangkan…

Sumber : http://dedox0297.wordpress.com/2008/09/25/jeritan-ruh-ku/#comment-19

—–0O0—–

Baca artikel lainnya :

2 Comments

    • XY
    • Posted Januari 19, 2009 at Senin, Januari 19, 2009
    • Permalink

    I don’t know who is the first time to be called by Allah, me or you.
    But before it all happen and everything become late, I just want to say :

    ” Watashi wa otousan ni aishuru. Itsumo osewani narimashita. ”

    “Nyuwun ngapunten sedaya kalepatan. ”

    Mbah Jogo :
    the death of someone that only God knows, we should pray:

    うまくいけば、神の許しを得るのはいつもの贈り物です
    (umakuikeba , kami no yurushi wo eru nohaitsumono okurimono desu)

    ありがとう

    • darma
    • Posted November 22, 2009 at Minggu, November 22, 2009
    • Permalink

    itu syair apa kisah nyata … jd merinding emang semua manusia dalam kealpaan tampa terkecuali… bagai mana manusia mrasakan ketakutan yg paling mendalam di alam kubur. sungguh mengerikan……… ………? gw ga bisa ngebayangin dan ga mau ngebayangin takut, cuman di dalam diri gw gw mempunyai keyakinan yg paling kuat agar gw ga pernah takut melewati hari kematian , bg gw hari kematian untuk orang muslim yg selalu takut dgn allah selama hidup nya,, insaallah di hari kepulangan sampai haripembalasan tak kan pernah merasakan ketakutan yg ada hanya rasa rindu yg terbayar rindu akan bertemu dengan allah raja manusia sembahan manusia.. janji allah dan rasul nya.YA ALLAH SEMOGA APA YG KAMI YAKINI TERJAWAB DI HARI KEPULANGAN AMIN.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: