Skip navigation

Banyak orang salah tapi kaprah  mensikapi tentang  Amalan, Hizib dan Azimat, artikel ini sangat bagus untuk menambah wawasan, yang menerangkan memperbolehkan selama tujuannya memohon kepada Allah. Yang penting, apapun yang dimiliki (Amalan, Hizib dan Azimat) yang bisa  mendatangkan maksud, semua itu adalah kehendak Allah semata.

Yang sering terjadi,  pada sebagian manusia didalam perjalan hidupnya, dengan mengandalkan………. Amalan, Hizib dan Azimat tanpa disikapi dengan bijak dan iman, membuat lupa kepada Sang Pemberi manfaat yaitu  Allah  ( An Nafi’).

Wallahu’alam.

Artikel.

Mengamalkan doa-doa, hizib dan memakai azimat pada dasanya tidak lepas dari ikhtiar atau usaha seorang hamba, yang dilakukan dalam bentuk doa kepada Allah SWT. Jadi sebenanya, membaca hizib, dan memakai azimat, tidak lebih sebagai salah satu bentuk doa kepada Allah SWT. Dan Allah SWT sangat menganjurkan seorang hamba untuk berdoa kepada-Nya. Allah SWT berfirman:

اُدْعُوْنِيْ أَسْتَجِبْ لَكُمْ

Berdoalah kamu, niscya Aku akan mengabulkannya untukmu. (QS al-Mu’min: 60)

Ada beberapa dalil dari hadits Nabi yang menjelaskan kebolehan ini. Di antaranya adalah:

عَنْ عَوْفِ بْنِ مَالِكٍ الأشْجَعِي، قَالَ:” كُنَّا نَرْقِيْ فِيْ الجَاهِلِيَّةِ، فَقُلْنَا: يَا رَسُوْلَ اللهِ كَيْفَ تَرَى فِي ذَلِكَ؟ فَقَالَ: اعْرِضُوْا عَلَيّ رُقَاكُمْ، لَا بَأْسَ بِالرُّقَى مَا لَمْ يَكُنْ فِيْهِ شِرْكٌ


Dari Auf bin Malik al-Asja’i, ia meriwayatkan bahwa pada zaman Jahiliyah, kita selalu membuat azimat (dan semacamnya). Lalu kami bertanya kepada Rasulullah, bagaimana pendapatmu (ya Rasul) tentang hal itu. Rasul menjawab, ”Coba tunjukkan azimatmu itu padaku. Membuat azimat tidak apa-apa selama di dalamnya tidak terkandung kesyirikan.”
(HR Muslim [4079]).

Dalam At-Thibb an-Nabawi, al-Hafizh al-Dzahabi menyitir sebuah hadits:

Dari Abdullah bin Umar, bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, ”Apabila salah satu di antara kamu bangun tidur, maka bacalah (bacaan yang artinya) Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah SWT yang sempurna dari kemurkaan dan siksaan-Nya, dari perbuatan jelek yang dilakukan hamba-Nya, dari godaan syetan serta dari kedatangannya padaku. Maka syetan itu tidak akan dapat membahayakan orang tersebut.” Abdullah bin Umar mengajarkan bacaan tersebut kepada anak­anaknya yang baligh. Sedangkan yang belum baligh, ia menulisnya pada secarik kertas, kemudian digantungkan di lehernya.
(At-Thibb an-Nabawi, hal 167).

Dengan demikian, hizib atau azimat dapat dibenarkan dalam agama Islam. Memang ada hadits yang secara tekstual mengindikasikan keharaman meoggunakan azimat, misalnya:

عَنْ عَبْدِ اللهِ قاَلَ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّي اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إنَّ الرُّقًى وَالتَّمَائِمَ وَالتَّوَالَةَ شِرْكٌ

Dari Abdullah, ia berkata, Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, “’Sesungguhnya hizib, azimat dan pelet, adalah perbuatan syirik.” (HR Ahmad [3385]).

Mengomentari hadits ini, Ibnu Hajar, salah seorang pakar ilmu hadits kenamaan, serta para ulama yang lain mengatakan:

“Keharaman yang terdapat dalam hadits itu, atau hadits yang lain, adalah apabila yang digantungkan itu tidak mengandung Al-Qur’an atau yang semisalnya. Apabila yang digantungkan itu berupa dzikir kepada Allah SWT, maka larangan itu tidak berlaku. Karena hal itu digunakan untuk mengambil barokah serta minta perlindungan dengan Nama Allah SWT, atau dzikir kepada-Nya.” (Faidhul Qadir, juz 6 hal 180-181)

lnilah dasar kebolehan membuat dan menggunakan amalan, hizib serta azimat. Karena itulah para ulama salaf semisal Imam Ahmad bin Hanbal dan Ibnu Taimiyyah juga membuat azimat.

A-Marruzi berkata, ”Seorang perempuan mengadu kepada Abi Abdillah Ahmad bin Hanbal bahwa ia selalu gelisah apabila seorang diri di rumahnya. Kemudian Imam Ahmad bin Hanbal menulis dengan tangannya sendiri, basmalah, surat al-Fatihah dan mu’awwidzatain (surat al-Falaq dan an-Nas).” Al-Marrudzi juga menceritakan tentang Abu Abdillah yang menulis untuk orang yang sakit panas, basmalah, bismillah wa billah wa Muthammad Rasulullah, QS. al-Anbiya: 69-70, Allahumma rabbi jibrila dst. Abu Dawud menceritakan, “Saya melihat azimat yang dibungkus kulit di leher anak Abi Abdillah yang masih kecil.” Syaikh Taqiyuddin Ibnu Taimiyah menulis QS Hud: 44 di dahinya orang yang mimisan (keluar darah dati hidungnya), dst.” (Al-Adab asy-Syar’iyyah wal Minah al-Mar’iyyah, juz II hal 307-310)

Namun tidak semua doa-doa dan azimat dapat dibenarkan. Setidaknya, ada tiga ketentuan yang harus diperhatikan.

1. Harus menggunakan Kalam Allah SWT, Sifat Allah, Asma Allah SWT ataupun sabda Rasulullah SAW

2. Menggunakan bahasa Arab ataupun bahasa lain yang dapat dipahami maknanya.

3. Tertanam keyakinan bahwa ruqyah itu tidak dapat memberi pengaruh apapun, tapi (apa yang diinginkan dapat terwujud) hanya karena takdir Allah SWT. Sedangkan doa dan azimat itu hanya sebagai salah satu sebab saja.” (Al-Ilaj bir-Ruqa minal Kitab was Sunnah, hal 82-83).

KH Muhyiddin Abdusshomad
Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Islam, Ketua PCNU Jember

Sumber : http://www.nu.or.id

—–0O0—–

8 Comments

  1. DUNIA MISTIK DAN SUPRANATURAL

    PADEPOKAN METAFISIKA ASY-SYIFA’ (misi pelayanan masyarakat) Doa, Pengasih, Pelaris, Kemurahan Rezeki,Hikmat, Alam Ghaib, Kebal, Penunduk, Santau,Toyol, Jin, Syaitan, Petua, Silat, Rahsia Perkahwinan,Rahsia Wanita, Rahsia Lelaki dan Alam Ghaib, laporan khusus, sajian khusus, mozaik,orentalia,fengshui,sosok,prahara,tragedi, konsultasi ghaib/problem lain,alternatif(kesehatan dan kecantikan), jeritan hati, zodiak, cerita misteri, behind the scene,cover story,penampakan,tradisi, budaya,shio,

    Mbah Jogo :
    Maturbuwun atas kunjungannya Ki….
    Semoga menjadi tambah gayeng….

    • Mahmud
    • Posted Agustus 20, 2009 at Kamis, Agustus 20, 2009
    • Permalink

    Kita ini di dunia ada aturan dunia yaitu uu dll jadi jika dilanggar dan ketahuan tentunya penjara tempatnya, Lha untuk tujuan akirat juga ada aturannya yaitu Al qur’an dan al hadist serta ijtihat , qiyas, apabila hukum dibawahnya bertentangan dengan al Quran Hadist ya pakailah al Qur’an & Al Hadist seperti di salah satu Hadist Ar bain bahwa perbedaan pendapat harus kembali ke dua hal tersebut, jadi apabila kita melanggar ketentuan Allah tidak ada yang dirugikan/dipenjara tapi kita harus ingat bahwa ancaman Allah lebih berat. Dan jika tidak mengamalkan yang jadi perbedaan itun juga tidak masalah. ok Jadi kembalilah ke Al Qur’an dan Al Hadist. Al Hadist pun harus diacari yang lebih rajih untuk dipakai sebagai hujjah.

    Mbahjogo :
    Betul Mas, akupun sependapat……🙂
    Tetapi yang harus diingat kemampuan manusia itu terbatas dan ilmu Allah itu sangat luas.
    Jadi….. bila ada berbedaan dalam mensikapi Al Qur’an dan Al Hadist, sebaiknya ambil saja yang terbaik menurut diri masing-masing dengan memohon ampunan dan ridho-Nya. (tanpa menghujat yang lain….😉 )
    Karena Allah adalah Hakim Yang Maha Adil dan Maha Bijaksana.

    Allah berfirman :
    قُلْ كُلٌّ يَعْمَلُ عَلَى شَاكِلَتِهِ فَرَبُّكُم اَعْلَمُ بِمَنْ هُوَاَهْدَى سَبِيْلاً

    “Katakanlah (hai Muhammad) : Biarlah setiap orang berbuat menurut keadaannya masing-masing, karena Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih lurus (jalan yang ditempuhnya).” (Al-Isra’ : 84)

    فَلاَ تُزَكُّوا أنْفُسَكُم هُوَ أعْلَمُ بِمَن اثَّـقَى

    “….janganlah kamu merasa sudah bersih, Dia (Allah) lebih mengetahui siapa yang bertaqwa.” (An-Najm : 32)

    Salam Ukhuwah.

    • rafiah toraji
    • Posted Desember 2, 2009 at Rabu, Desember 2, 2009
    • Permalink

    Assalamualaikum..bukan nak beri komen tapi minta tolong jawab soalan saya..
    1.apakah erti dan peranan ijtihat?
    2.bagaimanakah Ijtihat diamalkan semasa hayat baginda dan sesudah wafatnya baginda?
    3. bagaimana para sahabat berijtihat
    4. bagaimana ijtihat diguna pakai semasa zaman sahabat,tabiin,tabit tabiin dan sehingga kini?

    • shahid
    • Posted Desember 2, 2009 at Rabu, Desember 2, 2009
    • Permalink

    semoga kita diberkati Tuhan dlm berijtihad…aminn

    • herlangga
    • Posted Januari 4, 2010 at Senin, Januari 4, 2010
    • Permalink

    aq mencari ijazah amalan untuk menarik barang dari alam gaib? mohon di bantu untuk menghilangkan rasa penasaran saya

    • al badr
    • Posted Januari 19, 2010 at Selasa, Januari 19, 2010
    • Permalink

    mau bisa menarik barang ghoib anta baca saja ayat ya alimul ghoibi wa sahadati..dilanjutkan membaca la ilaha ilallohu la syarika lahu wa huwal latiful khobir..wa sholallohu ala sirril asrorri annabiyi umiyi sayidina muhammadin wa alihi wa barik wa salam adada kulli jinni wal insi ila yaumil akhir…baca takbir 7 kali dlm hati smbl tahan nafas di kluarkan membaca istighfar.dah tinggal pilih barangnya kayaq di pasar,ingat hati2 jk brada di alam jin,fisik mreka buruk,danbaunya anyir,tetaplah dgn ayat kursi.wallohu a’lam

  2. amalan mengunakan tahan napas apakah haram?

    • nurhidayaturohman
    • Posted Maret 7, 2012 at Rabu, Maret 7, 2012
    • Permalink

    inna akmaluhu bil niah


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: