Skip navigation

Kekuatan bertuah (magic power) adalah sangat menarik untuk dibicarakan, apalagi orang-orang di negri ini yang sangat mudah untuk dipengaruhi (ikut-ikutan, ingin membuktikan, membutuhkan, mencari….) tentang kekuatan bertuah (magic power). Padahal negri ini memproklamasikan sebagai negri yang berdasarkan Ketuhanan yang Maha Esa.

Subhanallah……….Al Qur’an surah 51. Adz Dzaariyaat – ayat 58 :

إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ

Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezeki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.

Video dari   :

tv Pengobatan dukun cilik makan korban ( detik Surabaya )

tv Title Meski ditutup, Warga tetap antre berobat ( okezone.com )

tv Dukun Ponari siap buka praktik hari ini ( okezone.com )

tv Ponari, Dukun Cilik Dengan Ribuan Pasien ( Indonesia Articles Online )

Artikel terkai   :

—–0O0—–

Sumber : http://nusantaranews.wordpress.com
Judul asli artikel :

Dukun Cilik Jombang : Rationality Vs Magic Power?

Tadi saya berselancar sebentar ke situs Surya online, dan menemukan berita unik “Dukun Cilik Jombang, Mengaku Punya Tugas Menutup Semburan Lumpur Lapindo“, dan pada berita tersebut telah timbul perdebatan apakah kekuatan supranatural Muhammad Ponari (10 tahun) mampu menyumpat semburan lumpur Lapindo di Sidoarjo. Muhammad Ponari merupakan seorang bocah yang menjadi  ‘dokter ajaib’ ketika ia menemukan dan memiliki “batu ajaib”. Bocah kecil asal Dusun Kedungsari, Desa Balongsari, Kecamatan Megaluh, Jombang, dikabarkan telah menyembuhkan ribuan pasien.

Setiap hari ribuan orang mengantri untuk diobati oleh Ponari sejak subuh hingga sore hari. Hal ini membuat Ponari menjadi anak super sibuk di Indonesia. Ia ‘rela’ tidak mengenyam pendidikan seperti teman-temannya dan hanya mendapat pendidikan pada malam hari oleh beberapa guru sekolahnya. Saking hebatnya penyembuhan ala Ponari, ribuan orang yang sanggup mengantri hingga berjam-jam dan berhari-hari. Karena lamanya harus mengantri, maka dikabarkan telah ada dua orang pasien Ponari yang tewas akibat mengantri lama.

Polemik : Rasionalitas Vs Supranatural

Kekuatan penyembuhan Ponari melalui ‘batu sakti’nya menimbulkan perdebatan sengit, apakah pantas kita mempercayai hal-hal yang ‘absurd’ secara rasionalitas sains. Sedangkan bagi mereka yang mempercayai kesembuhan dari ‘batu sakti’ Ponari, berargumen bahwa itulah kekuatan Tuhan yang hadir melalui sang bocah kecil atau juga mereka sangat percaya dengan kekuatan ‘batu sakti tersebut”.

Jika beradu argumen, maka untuk sementara orang sains (rasionality) kalah dengan orang yang percaya dengan kekuatan ’supranatural’ (kekuatan magic). Mereka yang percaya secara rasionalitas harus melakukan uji coba atau eksperimen untuk menyanggah pendapat para ‘magic power’-ers, sehingga mereka (rasionalitas) butuh waktu untuk menjelaskan fenomena yang unik ini.  Sedangkan para ‘magic power’-ers dapat mudah berargumen dengan landasan iman atau fenomena luar yang dapat terlihat. Para magic power’-ers tidak butuh waktu yang lama untuk menjawab dan berargumen, tinggalkan mengeluarkan senjata paling ampuh, “ada kekuatan Tuhan disana”.

Bagi para rasionalitas (ilmu pengetahuan dan sains), senjata kedua yang paling ampuh untuk mencounter para ‘pemuja magic” adalah dengan membiarkan (bahkan mendorong) Ponari melakukan aksinya di lumpur Lapindo. Apakah Ponari akan berhasil atau sebaliknya era “magic” hanya menerima tamparan malu?

Unik

Khusus untuk artikel kali ini, saya tidak mengemukakan opini dan ulasan pribadi saya. Saya hanya ingin melihat sejauh mana sikap, pola pikir, dan keyakinan masyarakat Indonesia saat ini dalam menanggapi fenomena unik. Apakah masyarakat Indonesia cenderung bersikap mencari sebab dan alasan dari suatu fenomena atau mereka yang hanya percaya pada fenomena unik dengan dasar keyakinan atau iman.
Untuk itu, saya harap anda menyampaikan komentar dan tanggapan, apakah Anda adalah seorang yang lebih rasionalis, supranaturalis, keduanya atau bukan keduanya?

Sumber Bacaan:
Polisi Izinkan Dukun Cilik Jombang Kembali Buka Praktik, Ponari Dikenal Penakut oleh Teman-temanya
Sisi Lain Dukun Cilik Jombang, Mengaku Punya Tugas Menutup Semburan Lumpur Lapindo

Update (7 Feb 2009) – landasannya Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)
Menanggapi komentar dari Sdr. Maddidjara, tentang rasionalitas (pendapat, noun), rasionalisme (paham/teori,  noun), empiris (adjective), empirisme (paham/teori, noun), naturalisme (paham, noun), supranaturalisme (paham)

Rationality (rasionalitas) –> pemikiran yang sistematis dan logis yang masuk akal (dapat ditelusuri, dicari sebabnya secara nalar). Sehingga setiap fenomena selalu dapat ditelusuri secara logis dan sistematis. Setiap fenomena dapat dijelaskan secara logis dan sistematis, meskipun pada saat tersebut belum terjawab. Contoh : teori relativitas Einstein memang aneh di zamannya, namun baru bisa dibukti setelah beberapa dekade kemudian. Se-supra-supra naturalis keadaan, tetap menjadi obyek yang rasional bagi rasionalis.
Magic power- (kekuatan magis) –> fenomena kekuatan gaib. Atau “Magic power-er” dalam konteks pemikiran berarti mereka yang lebih percaya sesuatu yang aneh/unik (karena tidak tahu sebabnya) sebagai kekuatan magis.  Fenomena supranatural masuk dalam magic power. Contoh: di era prasejarah, mereka meyakini petir sebagai kekuatan kekuatan magis. Namun, seorang yang selalu berpijak pada rasio akhirnya menemukan bahwa petir merupakan fenomena tumbukan antara awam bermuatan positif dan negatif,
Sedangkan naturalisme, berarti sesuatu yang alami. Meskipun petir itu natural/alami, bagi kaum ‘magic power’-ers tetap saja menggangap itu hal yang magis, beda dengan kaum rasionalis yang selalu bertanya ‘ada apa dibalik itu?”.
Empirisme merupakan aliran atau pemahaman sesuatu berdasarkan pengalaman / empiris. Ilmu yang diperoleh melalui pengalaman kehidupan (pengalaman empirik).

Ruang lingkup dari seorang ilmuwan selalu melihat “sebab-proses-akibat“, analisis dan percobaaan yang menghasilkan kesimpulan. Sehingga rasionalitas sangat dibutuhkan dalam saintis.
Sedangkan kaum “magic” melihat “akibat” [adakalanya masuk ke proses], analisis (anggapan), lalu muncul kesimpulan. Kaum magis menyimpulkan sesuatu tanpa sistematis yang logis. Lebih cenderung to the point.
Sehingga, kaum ‘magic’ selalu menang dalam segi waktu dibanding ‘rasionalis’. Sedangkan apa yang diperoleh dari rasionlis akan disadap oleh ‘magic’ dikemudian hari.

—–0O0—–

4 Comments

  1. Wah kecil-kecil dah hebat… Moga sampai besarnya juga tetep HEBAT…!!!

    Mbah Jogo :
    tidak ada yang tidak mungkin, Jika Allah berkehendak……
    Benar………mudah-2an besarnya juga menjadi orang hebat yang tetap sabar dan ikhlas.
    amin.amin.amin
    maturnuwun…..

    • orbani
    • Posted Februari 11, 2009 at Rabu, Februari 11, 2009
    • Permalink

    lihatlah dengan hati…….
    rasanya cuma itu yang bisa dijawab…

    Mbah Jogo :
    Saya sependapat………, karena hati (iman) yang lebih peka, dari mata dan telinga.
    Selama hati kita sandarkan kepada Allah Yang Maha Kuasa, apapun yang kita lakukan (tentang kebaikan……termasuk mencari obat) Insya Allah semuanya menjadi berkah dan mendapat ridhoNya.
    -0O0-
    ……fotonya lucu banget n ngemesin deh………mudah-2an sehat selalu dan cepat gede biar bisa bantu orang tua…..amin.
    maturnuwun

  2. Tidak ada yang tidak mungkin didunia ini walau semuanya bersumber dari Allah SWT karena aku percaya apa yang ada dilangit dan dibumi ada yang bisa dilihat dan tidak bisa dilihat. Bagi orang beriman akan selalu percaya dengan hal-hal diluar akal manusia karena jika Allah sudah berkehendak apapun bisa terjadi. Bukankah didalam Al Qur’an Allah menciptakan Manusia, Jin, dan Setan. Bagi sains boleh meragukan tapi kenyataan memang terjadi,kalau dunia kedokteran bisa menyebuhkan berbagai macam penyakit kenapa tidak dilakukan seperti ponari dengan biaya murah tapi sembuh. Untuk sains apakah bisa membuktikan orang mati yang meregang nyawa bisa dilihat Ruhnya, tidak bisa dilihat kan? tapi bisa dirasakan jasadnya antara masih hidup dan sesudah mati.

    Mbah Jogo :
    Benar banget Mas Wawan……..wawasan yang membawa hikma tuh, memang manusia diwajibkan untuk berikthiar dengan berharap ridho dan ampunanNya.

    Jangankan batu, kalau Allah sudah berkhendak…daunpun bisa menyembuhkan penyakit. Jadi tergantung cara mensikapi tanpa membuat dosa baru (berprasangka buruk), karena itu adalah salah satu tanda-tanda kekuasaa Allah….Insya Allah rahmat dan ampunanNya selalu bersamanya.

    maturnuwun

    • brata
    • Posted Februari 12, 2009 at Kamis, Februari 12, 2009
    • Permalink

    seharusnya pengobatan tersebut di hentika untuk sementara dan bila parlu dihentikan supaya tidak jatuh korban lagi ,

    Mbah Jogo :
    Jika memang si “Ponari dan Batu Ajaibnya” sangat bermanfaat bagi banyak orang, kenapa harus dihentikan ?……(selama akidah keimanan tetap diperhatikan dan dijaga).

    Kenapa bangsa ini terlalu mudah percaya atau ikut-ikutan tentang pengobatan ini :
    1. Biaya dokter dan rumah sakit mahal (ada obat generik hasilnya………?, ada pengobatan untuk orang miskin tetapi pelayananan………..? dari mengurus surat sampai penanganan pengobatan……? ).
    2. Tidak sedikit dokter cara pengobatan memakai malpraktek.

    Sebaiknya para Tokoh Masyarakat (Ulama’) dan Penjabat Pemerintahan mengakomodir masalah ini, demi kepentingan dan kebutuhan masyarakat banyak.

    Maaf…..saya memang sangat prihatin dengan kondisi bangsa ini,…….harapanku teman-teman mudah (sebagai pewaris pemimpin) yang mulai belajar peka terhadap lingkungan dan mensikapi dengan bijak dan iman agar menjadi manfaat bagi masyarakat.

    maturnuwun


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: