Skip navigation

Renungan orang yang lalai yang sedang belajar berfikir dengan bijak dan iman dalam mensikapi fenomena kehidupan dan alam.

ya Allah…….
Jauhkan serta lindungi kami……..
……….dari perbuatan yang membuat sombong dan semangkin jauh kepadaMU

Jauhkan serta lindungi kami……..
dari perbuatan yang tidak membawa manfaat dan lupa akan keEsaanMU

Jauhkan serta lindungi kami……..
dari perbuatan yang mendekatkan pada kesyirikan dan lupa akan keAgunganMU

Jauhkan serta lindungi kami……..
dari godaan dan tipu daya syaitan yang terkutuk
ya Allah……. perkenankan dan kabulkan do’a kami…..amin….amin….
ya Robbal ‘alamin.

—– 0O0 —–

Tanda-tanda keesaan Allah s.w.t.

SURAT 13. AR RA’D – ayat 12 – 17

12. Dia-lah Tuhan yang memperlihatkan kilat kepadamu untuk menimbulkan ketakutan dan harapan, dan Dia Mengadakan awan mendung.

13. Dan guruh itu bertasbih dengan memuji Allah, (demikian pula) Para Malaikat karena takut kepada-Nya, dan Allah melepaskan halilintar, lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki, dan mereka berbantah-bantahan tentang Allah, dan Dia-lah Tuhan yang Maha keras siksa-Nya.

14. Hanya bagi Allah-lah (hak mengabulkan) doa yang benar. dan berhala-berhala yang mereka sembah selain Allah tidak dapat memperkenankan sesuatupun bagi mereka, melainkan seperti orang yang membukakan kedua telapak tangannya ke dalam air supaya sampai air ke mulutnya, Padahal air itu tidak dapat sampai ke mulutnya[769]. dan doa (ibadat) orang-orang kafir itu, hanyalah sia-sia belaka.

15. Hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan kemauan sendiri ataupun terpaksa (dan sujud pula) bayang-bayangnya di waktu pagi dan petang hari.

16. Katakanlah: “Siapakah Tuhan langit dan bumi?” Jawabnya: “Allah”. Katakanlah: “Maka Patutkah kamu mengambil pelindung-pelindungmu dari selain Allah, Padahal mereka tidak menguasai kemanfaatan dan tidak (pula) kemudharatan bagi diri mereka sendiri?”. Katakanlah: “Adakah sama orang buta dan yang dapat melihat, atau samakah gelap gulita dan terang benderang; Apakah mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah yang dapat menciptakan seperti ciptaan-Nya sehingga kedua ciptaan itu serupa menurut pandangan mereka?” Katakanlah: “Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dia-lah Tuhan yang Maha Esa lagi Maha Perkasa”.

17. Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, Maka mengalirlah air di lembah-lembah menurut ukurannya, Maka arus itu membawa buih yang mengambang. dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau alat-alat, ada (pula) buihnya seperti buih arus itu. Demikianlah Allah membuat perumpamaan (bagi) yang benar dan yang bathil. Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya; Adapun yang memberi manfaat kepada manusia, Maka ia tetap di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan[770].

[769] Orang-orang yang mendoa kepada berhala dimisalkan seperti orang yang mengulurkan telapak tangannya yang terbuka ke air supaya air sampai ke mulutnya. hal ini tidak mungkin terjadi karena telapak tangan yang terbuka tidak dapat menampung air.

[770] Allah mengumpamakan yang benar dan yang bathil dengan air dan buih atau dengan logam yang mencair dan buihnya. yang benar sama dengan air atau logam murni yang bathil sama dengan buih air atau tahi logam yang akan lenyap dan tidak ada gunanya bagi manusia.

—– 0O0 —–

Pesaing Ponari Benar-benar Beraksi

Orang-orang antre mendapatkan air di halaman rumah Dewi. Perempuan itu juga memiliki batu petir sebagaimana milik Ponari.

Sumber :

Rabu, 18 Februari 2009 | 05:56 WIB

JOMBANG, RABU — Rumah Slamet (50) di Dusun Pakel, Desa Brodot, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Jombang, kian ramai dikunjung masyarakat, Selasa (17/2). Jika sehari sebelumnya baru sekitar 150 warga yang mendatangi, kemarin diperkirakan jumlahnya mencapai 3.000 orang.

Kedatangan mereka guna mendapatkan pengobatan karena berdasarkan isu yang beredar, anak gadis Slamet, Dewi Sulistiyowati—kemarin tertulis Setiawati— menemukan batu ajaib yang bertuah.

Batu tersebut diyakini merupakan ‘saudara’ atau pasangan dari batu sakti milik Ponari, dukun cilik asal Dusun Kedungsari, Desa Balongsari, Kecamatan Megaluh, Jombang. Isu itu mulai beredar sejak Senin (16/2). Itu sebabnya sejak itu rumah Slamet mulai didatangi masyarakat yang meminta kesembuhan.

Mereka sebagian besar datang dari lokasi pengobatan Ponari di Dusun Kedungsari, Desa Balongsari, Kecamatan Megaluh. Meski pengobatan Ponari kemarin dibuka beberapa jam, tapi karena membeludaknya pengunjung sebagian besar tak terlayani. Sebagian dari mereka pun berbondong-bondong ke rumah Slamet yang jaraknya sekitar lima kilometer dari rumah Ponari.

Istianah (51), warga Desa/Kecamatan Perak, Jombang, mengaku, datang ke rumah Slamet setelah mendengar sejumlah calon pasien Ponari juga eksodus ke sana. “Ada yang cerita kemarin Ponari meminta agar sebagian pengunjung berobat ke Dewi, katanya Ponari ingin istirahat sejenak karena capek. Iku ngono sedulurku (itu saudaraku),” kata Istianah.

Tapi ketika ditanya siapa yang sempat berbicara dengan Ponari, Istianah tidak bisa menyebut orangnya. “Wah saya tidak tahu namanya, dia orang luar Jombang sih,” jelas Istianah.

Menurut kabar yang beredar, jika batu ajaib milik Ponari dihuni makhluk gaib bernama Rono, maka milik Dewi dihuni makhluk gaib perempuan bernama Rani, keduanya bersaudara.

Kedatangan ribuan pengunjung diterima Slamet karena Slamet dikenal sebagai dukun. Bahkan, Slamet juga melakukan persiapan guna menyambut datangnya pengunjung eksodan dari rumah Ponari. Di antaranya, rumah Slamet sudah didirikan dua tenda, masing-masing berukuran 4 x 4 meter dan 4 x 6 meter. Juga sudah dibentuk panitia yang bertugas mengatur alur pengunjung, serta berbagai keperluan untuk pengobatan.

Pengobatan yang dilakukan Slamet berbeda dengan Ponari. Jika Ponari mengobati dengan cara mencelupkan batu ajaib ke air untuk diminumkan kepada pasien, Slamet mengobati dengan air yang telah dibacakan doa.

Proses pengobatan itu juga tidak menyertakan Dewi. Selama pengobatan, Slamet berada di sebuah ember besar, kemudian secara bergiliran pengunjung mencurahkan air yang dibawanya ke dalam ember besar.

Selanjutnya, panitia dengan gayung menciduk air dari ember besar itu dan dibagikan kepada pengunjung yang sudah mengisikan airnya ke ember. Selama proses itu, Slamet yang berpeci putih komat-kamit berzikir dengan terus memutar rangkaian tasbih di tangan kanannya.

Di sela istirahat, Slamet mengungkapkan, dirinya tidak tahu-menahu siapa yang menyebarkan isu batu temuan Dewi berkaitan dengan batu milik Ponari. Menurutnya, cara pengobatan yang dia lakukan hanyalah lewat doa dan sudah  lama dipraktikkan. “Kalau soal batu, itu memang ditemukan oleh anak saya dan sekarang saya simpan. Pengobatan yang saya lakukan tidak ada hubungannya dengan Ponari,” katanya.

Disinggung mengapa tidak menyertakan batu untuk penyembuhan, Slamet mengaku itu bisa menjurus ke syirik. Dengan alasan serupa, Slamet juga menolak memperlihatkan batu tersebut. Sementara itu, Dewi sendiri selama pengobatan tidak kelihatan. Menurut Slamet, Dewi ada di kamar dan tidur. Dewi selama ini dikenal warga sebagai anak yang mentalnya terbelakang dan sudah tidak sekolah sejak setahun lalu, setelah drop out dari kelas VI SDN I Brodot. (sutono) (Sumber : Kompas.com)





—– 0O0 —–

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: