Skip navigation

Renungan hasil Pileg – 2009

RSU Serang Siapkan Kamar untuk Caleg StresSumber data dari sinarharapan :
Bayangkan sebayak 11.215 orang memperebutkan 560 kursi DPR dan 1.109 orang bersaing mendapatkan 132 kursi Dewan Perwakilan Daerah.
Selain itu, sekitar 112 ribu orang bertarung untuk mendapat 1.998 kursi di DPRD provinsi dan 1,5 juta orang bersaing merebut 15.750 kursi DPRD kabupaten/kota.
Total caleg 1.624.324 orang dan total kursi yang diperebutkan 18.440 kursi.

Masya Allah……..  dari total caleg 1.627.342 orang tersebut, sudah dapat dipastikan bahwa 1.605.884 orang bakal gagal menduduki kursi “Anggota Dewan Terhormat” tersebut.

Memang tidak semuanya dan juga tidak sedikit…… Caleg yang menipu rakyat dengan janji dan sumbangannya agar memilihnya, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri, tetapi mereka tidak menyadari.

Dalam hati mereka ada niatan yang tersembunyi, lalu makin bertambah penyakitnya, sehingga pada saat perhitungan suara pemilu, mereka dalam kecemasan dan kekawatiran disebabkan mereka berdusta.

Bukan kesabaran dan tawakal sebagai pegangan dan pedoman, sehingga mereka terombang-ambing dalam kesesatan / kehinaan. Mereka itulah orang yang membeli kekuasaan dan jabatan (kesesatan) dengan petunjuk, maka tidaklah beruntung / berkah dalam kehidupannya dan tidaklah mereka mendapat petunjuk.

Akhirnya……. banyak dari mereka (Caleg) yang STRES…………… !

Mudah-mudahan Allah memberikan kekuatan lahir dan batin bagi mereka (Caleg) yang kalah agar bersabar dan tawakal. Dan bagi mereka yang menjadi Dewan Perwakilan Rakyat bisa menjalankan amanah rakyat……. amin.

– 0O0 –

Allah berfirman didalam Al Qur’an :
.
Surah 16. An Nahl – ayat 94 s/d 96.

.

.

.
Rasulullah bersabda :
” ……. ‘Apabila perkara (urusan) diserahkan kepada selain ahlinya, maka nantikanlah kiamat.”

– 0O0 –

Rumah Rehabilitasi untuk Caleg Stres

Rumah Rehabilitasi Bagi Caleg Stres

Rumah Rehabilitasi Bagi Caleg Stres

PURWAKARTA – Seorang warga di Purwakarta, Jawa Barat, menyediakan tempat rehabilitasi mental bagi para calon legislatif yang stres karena tidak terpilih dalam pemilu nanti. Rumah rehabilitasi itu berdiri di atas hamparan tanah seluas 26 hektare di Kampung Awi Mekar, Bungur Sari, Purwakarta.Pemilik rumah, Kastono, selain sengaja menjadikan rumahnya sebagai tempat penampungan juga menyediakan berbagai fasilitas termasuk jasa konsultasi dengan psikiater dan ulama. Untuk biaya rehabilitasi Kastono tidak mempermasalahkannya.

Di Kabupaten Purwakarta, ada 412 caleg yang memperebutkan 45 kursi DPRD. Terbatasnya jumlah kursi menyebabkan mereka harus bersaing keras dengan caleg lainnya. Tekanan inilah yang bisa membuat caleg stres.(IAN/Syamsu Nursyam)

– 0O0 –

15 Caleg Cirebon Stres
Tantan Sulthon (SINDO)
Sumber : http://pemilu.okezone.com

CIREBON – Tak kuat mental menerima kekalahan pemilu, membuat sejumlah calon anggota legislatif (Caleg) mengalami depresi berat. Sedikitnya, 15 caleg asal Cirebon mengalami depresi dan memilih melakukan pengobatan spiritual untuk menyembuhkan depresi kepada Ustaz Ujang Bustomi di Desa Sinarancang, Mundu, Cirebon.

Dalam mengobati pasien depresi, Ustaz Ujang yang juga pimpinan Forum Spiritual Peduli Cirebon (FSPC) ini melakukan ritual khusus untuk memulihkan kembali mental pasien yang terkena depresi berat.

Saat ini sedikitnya, sudah 15 orang caleg asal Kabupaten/Kota Cirebon, Kuningan, dan Indramayu mendatangi padepokan FSPC guna melakukan pengobatan dan menormalkan kembali depresi. Mereka mayoritas datang dibawa keluarganya, Bahkan ada juga yang datang sendiri.

“Sejauh ini kami baru menerima 15 caleg yang mengalami depresi. Alhamdulillah, sebagian besar mereka sudah ada perkembangan dan merasa legowo atas kekalahannya,” tutur Ujang usai melakukan ritual penyembukan Depresi di Situ Patok, Cirebon, Senin (13/4/2009).

Dijelaskan Ujang, prosesi penyembuhan caleg depresi dilihat dari kondisi pasien. Jika kondisi pasien mengalami depresi berat, maka pihaknya menyarankan untuk menginap beberapa hari di padepokannya. Namun, jika kadar depresinya relatif rendah, pihaknya hanya melakukan prosesi ritual dan berobat jalan saja.

Rata-rata pasien yang berobat, kata dia, kecewa dengan hasil suara yang tidak sesuai dengan prediksi. Padahal, tidak sedikit dana yang harus dikeluarkan caleg untuk menarik simpati masyarakat.

“Mereka rata-rata depresi karena perolehan suara kecil. Sementara uang yang dikeluarkan kepada tim sukes bisa mencapai antara Rp200 juta hingga Rp1,5 miliar. Ketidaksiapan inilah yang membuat caleg tidak terima dengan kekalahannya,” terang Ujang.

Biasanya, terang Ujang, caleg yang depresi mengalami perubahan sikap yang sangat signifikan. Bahkan salah satu pasiennya asal Kuningan, sampai rela bertelanjang di lingkungan rumahnya karena mengalami depresi berat.

“Mereka tidak mau berkomunikasi dengan keluarga, apalagi dengan masyarakat luas. Namun, Alhamddulillah pasien yang dari Kuningan saat ini sudah agak mendingan,” tegas Ujang.

Prosesi ritual, diawali dengan melakukan doa guna pembersihan pikiran negatif pasien. Selanjutnya, pasien dimandikan di Situ Patok yang dipercayai warga sekitar memiliki nilai keramat. Lantas, pasien langsung dibimbing Ustaz Ujang melakukan doa dan membacakan ayat suci Alquran. (teb)

– 0O0 –

Caleg Stres Rusak Poskamling

.

Sumber : http://pemilu.okezone.com

PEKANBARU – Fenomena penyimpangan caleg pasca pemilu terus terjadi. Di Kabupeten Siak, Riau, gara-gara suaranya tidak sesuai harapan, seorang caleg berinisial TMS menjarah lagi bantuan yang telah di berikan kepada masyarakat. Walah…

Bantuan itu berupa 15 kursi dan material bangunan untuk pembangunan sebuah poskamling. Kejadian itu terjadi di Desa Sungai Tengah, Kecamatan Sabak Auh, Riau.

Salah seorang warga setempat Abas (36) mengatakan, bahwa TMS yang merupakan caleg dari Partai Damai Sejahtera (PDS) untuk dapil I Siak ini memberi bantuan tidak diikuti kontrak politik dengan warga.

Saat itu, TMS dengan suka rela memberi bantuan. Namun, usai pencontrengan tiba-tiba dia mengambil lagi kursinya dan malah merusak bangunan poskamling yang dibangun semi permanen.

“Yang datang itu adalah tim sukses dan keluarganya, mereka tiba-tiba datang dan langsung merusak poskamling kemudian kayu, papan, seng, dan kursi itu dijarah mereka,” kata Abas kepada okezone, Senin (13/4/2009).

Menurut warga, bahwa TMS memberikan bantuan tersebut saat musim kampanye dan berharap bantuan itu dapat mendongkrak perolehan suaranya di desa tersebut saat pemungutan suara berlangsung. Namun, kenyataannya tak sesuai harapan.

Atas kejadian itu, masyarakat pun melaporkan penjarahan dan pengerusakan itu kekantor polisi. “Setelah dihitung kemarin dia hanya memperoleh 20 suara. Kita berharap polisi bisa bertindak dengan tegas,” katanya.

Sementara itu, Camat Sabak Auh Arlisman mengatakan, kejadian itu sudah diterima Panwas dan pihak kepolisian. “Siapapun yang bersalah harus ditindak,” pungkasnya. (teb)

– 0O0 –

Caleg Stres Tutup Jalan

.

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com

GARUT– (PRLM). -Rekapitulasi suara Pemilu Legislatif (Pileg) 2009 baru saja berlangsung, namun caleg sudah merasa resah akan raihan suara yang diperolehnya. Seorang caleg Partai Bintang Reformasi (PBR) daerah pemilihan (dapil) II, Iip, tiba-tiba menutup badan Jln. Pinggirsari yang menghubungkan Kec. Sukawening dengan Kec. Pangatikan, Jumat (10/4).

Diduga, dia menggali jalan tersebut sebagai buntut kekecewaan terhadap warga pemilih karena dirinya tidak dicontreng pada surat suara di sekitar tempat pemungutan suara (TPS) tempat tinggalnya.

Bahkan, pada malam hari usai penghitungan suara berlangsung, Iip sempat menutup ruas jalan yang sama dengan batang kayu yang ditempatkan melintang di tengah jalan. Iip yang bertempat tinggal di Kec. Sukawening marah-marah lantaran perolehan suaranya yang hanya mencapai 5 suara. Bahkan, TPS di tempat tinggalnya tidak memperoleh suara.

Kejadian tersebut dibenarkan petugas piket kantor Kec Sukawening, Dindin. Menurut dia, penutupan jalan dilakukan sesaat setelah dirinya mengetahui hasil perolehan suara di sejumlah TPS di sekitar kediamannya. “Dia melakukan penutupan jalan dengan batang kayu sekitar Kamis (9/4) menjelang tengah malam. Bahkan, pagi tadi, (10/4), dia sempat menggali jalan yang sama,” ujarnya.

Sejumlah warga merasa terganggu dengan ulah Iip tersebut, dan segera melaporkannya ke kecamatan dan kepolisian. Dihubungi terpisah, Kasatreskrim Polres Garut, AKP Oon Suhendar SH, membenarkan kejadian penutupan jalan yang dilakukan oleh salah seorang caleg tersebut. Jajaran Polres Garut langsung mendatangi loaksi kejadian, namun ternyata kasuh tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan di Polsek Wanaraja.

“Benar, kami mendapatkan laporan adanya penutupan dan penggalian badan jalan oleh seorang caleg  yang tidak puas. Tapi setelah kita datang itu dapat diselesaikan di tingkatan polsek secara kekeluargaan,” terangnya.

Kapolsek Wanaraja AKP Budiman mengaku tidak dapat memberi keterangan banyak soal kejadian tersebut. “Saya enggak bisa menanggapi apakah caleg tersebut stress atau tidak, karena perlu pembuktian secara medis,” katanya, ketika ditemui di kantornya.

Namun, dia mengaku tidak melakukan penahanan terhadap Iip. “Sudah diselesaikan dengan diberi pengertian, sehingga dianggap kasus ini selesai,” ungkapnya. (A-158/A-50)***

– 0O0 –

3 Comments

    • pimpii
    • Posted April 20, 2009 at Senin, April 20, 2009
    • Permalink

    ……dipastikan bahwa 1.605.884 orang bakal gagal menduduki kursi “Anggota Dewan Terhormat” tersebut…..
    Miris ya Mbah. Kecuali jika ada angka rasio kewajaran jumlah caleg dengan kursi tersedia melalui test and profit test bagi caleg yang benar-benar kompeten dan siap lahir bathin untuk berkompetisi.
    Meski nanti pembatasan jumlah caleg dianggap ‘mematikan’ kesempatan. Kecuali lagi jika bebas mendaftar menjadi caleg tetapi terdapat syarat yang ketat untuk masuk daftar caleg tetap untuk memenuhi rasio yang ditentukan. Pusing juga ya mbah….

    Mbah Jogo :
    Memang sangat memprihatinkan, jangan sampai mengejar cita-cita (keinginan) tanpa melihat kemampuan diri pribadi (membabi buta). Apalagi menghalalkan segala cara, karena akan mempengaruhi kehidupan dan kejiwaan. Ada pribahasa ” lebih besar pasak daripada tiangnya “.

    Memang semua urusan jika tidak dipegang oleh ahlinya (sesuai kemampuannya), maka tunggu kehancurannya.

    Kagem Panjenenganipun, maturnuwun atas kunjungannya,
    Salam perkenalan dan persahabatan.

  1. menang kalh itu wajar…
    kepilih ato tidak itu juga wajar…
    salam😀

    Mbah Jogo :
    Betul…. n setuju…🙂
    Kompetisi itu pasti ada yang kalah dan menang, karena posisi yang diperebutkan terbatas.
    Kehidupan memang begitu adanya, yang menjadi tidak wajar karena mensikapi kehidupan itu sendiri.
    Oleh karena itu Agama diturunkan di bumi ini, untuk menjaga keseimbangan (kewajaran).

    Maturnuwun atas respon-nya.
    Salam.

  2. weleh2 ada aja yg gak terima kekalahannya dalam pemilu ya,,
    akibatnya sampe stress
    gitu ya mbah….

    Mbah Jogo :
    kejadian ini, sebaiknya kita ambil hikmanya, agar kita tidak terjerumus dalam kehinaan dan kesesatan. 🙂


One Trackback/Pingback

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: