Skip navigation

Renungan :
Belum hilang rasa ketakutan dari penyakit / virus  membawa maut yaitu “FLU BURUNG”, dunia  dikejutkan lagi  dengan menjalarnya  penyakit baru semacam virus yang disebarkan oleh “BABI” yang sudah membawa korban  kematian, penyakit itu disebut dengan “SWINE FLU ” / ” FLU BABI “.

Artikel Lain :

Semua kehidupan dialam semesta… mengikuti yang sudah ditetapkan oleh Sang Maha Pencipta. Perputaran Matahari, Bulan, Bumi dan planet lainnya, maupun hembusan angin  dan mengalirnya airpun mengikuti “TIHTAH” Sang Khalik agar terjadi kehidupan yang seimbang dan berkesinambungan.

Begitu pulah manusia, jika tidak mengikuti kodrat dan penetapan yang sudah di “TIHTAHKAN” oleh Sang Maha Pengatur, maka akan mengganggu keseimbangan kehidupan di bumi ini. Semua itu sudah tertulis dan tercatat sebelum manusia sendiri diciptakan………………

Judul Asli   : Mewaspadai dampak flu babi
Sumber        : http://web.bisnis.com

Isu krisis ekonomi global seolah-olah tenggelam di tengah kekhawatiran dunia terhadap wabah flu babi. Hampir semua negara kini dalam kondisi siaga terhadap serangan virus yang telah merenggut 149 nyawa di Meksiko itu.

Selain Meksiko, flu babi atau swine influenza mulai menjangkiti Amerika Serikat, Selandia Baru, Kanada, dan beberapa negara lain. Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan wabah tersebut mudah berpindah-pindah lokasi dan bisa menyebar dengan cepat di seluruh dunia. Untuk itu, perlu perhatian serius dari pemerintahan di seluruh dunia untuk mencegah pandemi global.Flu babi memunculkan kekhawatiran seperti wabah flu burung yang meluas di seluruh Asia. Serangan flu burung merenggut ratusan jiwa manusia dan mematikan jutaan ternak dalam beberapa tahun terakhir.Meski kasusnya belum ditemukan di Indonesia, pemerintah menyiapkan langkah antisipasi guna mencegah terulangnya trauma flu burung.

Menurut Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari, virus flu babi atau H1N1 sebenarnya mewabah di negara empat musim, terutama saat musim gugur dan musim dingin. “Untuk wilayah tropis, tidak perlu terlalu cemas. Di daerah panas atau tropis, virus ini tidak bisa hidup,” katanya.

Namun, Indonesia tetap harus waspada karena virus flu babi yang masuk ke Indonesia dikhawatirkan berhasil beradaptasi sehingga bisa menjadi pandemi seperti flu burung.

Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dep-kes Tjandra Yoga Aditama mengatakan virus flu babi berbeda dengan virus flu burung (H5N1).

“H5N1 tidak menularkan antarmanusia, sedangkan H1N1 diduga sementara bisa menular antarmanusia. Virus ini berdekatan dengan virus biasa tipe A H1N1,” jelasnya.

Ciri-ciri seseorang terserang flu babi a.l. suhu badannya meninggi hingga lebih dari 38OC disertai pilek dan bersin.

Menko Kesra Aburizal Bakrie mengatakan pemerintah menyiapkan langkah-langkah antisipatif menghadapi wabah flu babi, sekalipun risiko terjangkitnya penyakit itu sangat kecil di Indonesia.

Pemerintah sudah siap dengan antisipasi pandemi flu babi hingga dalam bentuk simulasi yang melibatkan banyak pihak. Kita bisa pakai itu karena kasus flu babi tidak lebih berbahaya dari flu burung. Tingkat risiko kematian flu babi itu hanya 6,4%, sedangkan flu burung mencapai 90%,” katanya seusai menghadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, kemarin.

Awasi penumpang

Pemerintah juga memperketat pengawasan penumpang di bandar udara dan pelabuhan internasional dengan memasang alat pemindai suhu badan.

Warga Indonesia yang mau berkunjung ke Amerika Utara diberikan travel advisory, seperti menghindari wilayah publik yang ramai pengunjung.

Pemerintah akan mengajak relawan untuk memvaksinasi ternak babi di seluruh Indonesia yang jumlahnya diperkirakan 9 juta ekor. “Kami sudah menyiapkan 30.000 relawan yang siap menyuntikkan vaksin antivirus tersebut ke tubuh babi,” kata Menkes.

Sejauh ini belum ada larangan untuk mengonsumsi daging babi. Namun, pemerintah melarang impor daging babi dan produk turunannya.

Bagaimanapun, flu babi telanjur menjadi kekhawatiran internasional, tecermin dari anjloknya harga saham global kemarin. Penyebaran wabah itu diperkirakan menurunkan kegiatan perjalanan dan memukul pendapatan operator penerbangan.

Nilai saham Air China, operator penerbangan terbesar di dunia dari sisi nilai pasar, kemarin turun 11% menjadi HK$3,57 per saham di bursa Hong Kong, dari HK$3,59 per saham.

Saham Singapore Airlines, operator paling menguntungkan di Asia, juga turun 4,7% menjadi S$10,10 per saham, sedangkan Qantas, operator terbesar Australia, anjlok 4,8% menjadi A$1,885 per saham.

Saham Japan Airlines, maskapai terbesar di Asia dari sisi penjualan, turun 2,5% menjadi 194 yen per saham. Nilai saham Korean Air Lines anjlok 5,2% menjadi 38.700 won.

Meskipun demikian, pelaku usaha perjalanan wisata di Indonesia memperkirakan isu flu babi tidak berdampak serius terhadap pariwisata.

“Kunjungan wisatawan dari Meksiko sangat kecil. Paling banyak wisatawan AS sekitar 3.000 orang. Hal ini tidak akan memengaruhi pariwisata kita,” ujar Ben Sukma, Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia.

Isu flu babi juga berdampak terhadap harga komoditas. Harga jagung dan kedelai anjlok karena virus itu diperkirakan mengurangi permintaan daging babi dan pakan ternak, serta menghalangi upaya sejumlah negara untuk mengakhiri resesi global.

Kepala Bidang Pemasaran Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia Susanto mengatakan isu flu babi dalam jangka pendek akan menekan harga minyak kelapa sawit mentah (CPO). Pasalnya, permintaan pakan ternak akan turun sehingga pasokan minyak kedelai akan melimpah. (hery.lazuardi@bisnis.co.id)

Reportase: (t02/k2/14/19/yr/irs/trd/hwi/esu/if/alp/nom)

Penyebaran flu babi

  • Flu babi pertama kali dikenal tahun 1918. Saat itu dunia sedang terjangkit pandemic influenza yang mengakibatkan korban lebih kurang 21 juta meninggal dunia.
  • Dilaporkan terjadi wabah epizootic pada babi di Amerika Tengah bagian utara yang memiliki kesamaan gejala klinis dan patologi dengan influenza pada manusia.
  • Penyakit ini merupakan penyakit saluran pernafasan akut pada babi yang diakibatkan oleh virus flu tipe A/H1N1. Tingkat penyebaran virus babi ini sangat cepat, kurang lebih satu minggu.
  • Babi yang terkena penyakit ini akan terlihat sangat lemah, enggan bergerak atau bangun karena gangguan kekakuan otot dan nyeri otot, eritema pada kulit, anoreksia, demam, kemerahan pada mata dan mata berair. Kematian yang terjadi pada babi yang terjangkit flu ini sangat rendah 1%-4%.
  • Kematian lebih banyak terjadi pada anak babi yang dilahirkan dari induk yang tidak memiliki kekebalan tubuh yang cukup.
  • Penyebaran virus flu ini melalui kontak moncong, dan udara. Penularan antar babi akan cepat terjadi pada babi yang dikandangkan. Kasus ini pernah terjadi di Prancis, Inggris, Denmark, Italia, dan Jepang. * Penyakit ini akan cepat tersebar pada manusia pada saat musim dingin.
NEGARA Jumlah Kasus Suspected
BRAZIL 1
MEKSIKO 24 1.511
Meninggal 103
AS 22
SPANYOL 7
PRANCIS 4
SELANDIA BARU 13
KANADA 6
SKOTLANDIA 2
ISRAEL 1
AUSTRALIA 2

—– 0o0 —–

Judul asli   : WHO Tetapkan Fase 5 Bagi Flu babi
Sumber       : http://www.kilasberita.com

Jakarta, Flu babi kian tak terbendung. WHO pun menaikkan fase penyebaran flu babi dari 4 menjadi 5. Kenaikan fase ini dilakukan  setelah seorang anak di AS meninggal dunia. Dia merupakan korban tewas pertama yang terjadi di luar Meksiko.

“Semua negara harus segera mengaktifkan rencana-rencana persiapan pandemi mereka,” ujar Kepala WHO Margaret Chan seperti dilansir AFP, Kamis (30/4/2009).

Fase 5 ditandai dengan penularan antar manusia yang menyebar pada setidaknya 2 negara di dalam satu region WHO. Fase 5 adalah sinyal kuat bahwa pandemi sudah mengancam dan merupakan waktu untuk menyempurnakan organisasi dan komunikasi dan mengimplementasikan rencana mitigasi yang ada.

Sejauh ini 7 kematian akibat virus H1N1 telah dipastikan terjadi di Meksiko, pusat penyebaran flu babi, meskipun pejabat Meksiko menyatakan bahwa multistrain virus baru tersebut diduga telah menimbulkan 159 kasus kematian. Lebih 1.300 orang juga dirawat di RS dengan gejala flu, 49 di antaranya positif terpapar flu babi.

AS adalah negara kedua yang paling banyak terpapar virus, 91 kasus di 10 negara bagian. Seorang anak keturunan Meksiko menjadi korban tewas pertama di luar Meksiko ketika mengunjungi kerabat di Texas.  (kilasberita.com/asd/dtc)

One Comment

  1. mudah-mudahan indonesia gak ad

    Mbah Jogo :
    amin….. amin….. amin


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: