Skip navigation

Flu Babi Jepang Naik Tajam

Sumber : (ANTARA News)

Para murid SMA Jepang yang menggunakan masker, sedang menunggu sebuah pembukaan acara di Tokyo, Minggu (17/05/09). (ANTARA/REUTERS-Toru Hanai)

Artikel Lain :

-0O0-

Flu babi Jepang

Sumber : http://www.bbc.co.uk

.

E

mpat kasus pertama flu babi orang Jepang pulang dari Kanada, lebih dari 90 kasus flu babi dikukuhkan di Jepang meskipun tak satupun kasus-kasus A/H1N1 ini dalam keadaan kritis.

Angka-angka ini bertambah dengan cepat.

  • Kasus pertama muncul hari Sabtu dimana seseorang yang tidak pernah berada di luar negeri yakni mahasiswa Kobe berusia 17 tahun.
  • Hampir semua yang terkena adalah mahasiswa di Prefecture Hyogo dan Osakan di Jepang Barat.
  • Hanya empat kasus dikukuhkan di Jepang sampai hari Jumat yakni orang-orang yang kembali dari Kanada. Mereka dikarantina dan semua penumpang internasional dipindai untuk memeriksa orang-orang yang suhunya tinggi saat tiba di negara itu. Pemerintah menutup sekolah dan membatalkan kegiatan umum di kota-kota dimana flu muncul.

“Kita harus hati-hati namun dengan perawatan cepat pasien bisa pulih,” kata Perdan Menteri Taro Aso.
“Kita harus merespon dengan tenang dan tepat,” lanjutnya.

  • Bahkan di arena olahraga langkah-langkah juga telah diambil untuk mengurangi potensi terjadinya infeksi.
  • Di kompetisi gulat sumo di Tokyo hari Minggu para pejabat menyemprotkan disinfektan di tangan setiap penonton saat mereka tiba.
  • Wartawan BBC Roland Buerk di Tokyo melaporkan, berjangkitnya penyakit ini menyebabkan kekhawatiran di Jepang karena populasi dengan penduduk berusia tua asngat khawatir dengan flu.
  • Masyarakat secara rutin mengenakan penutup wajah di transportasi umum untuk mencegah penyebaran batuk dan pilek.

—– 0O0 —–

Penderita Flu Babi di Jepang Kebanyakan Pelajar

Rilis  / Sumber    : Rita Uli Hutapea detikNews

Tokyo – Jumlah kasus flu H1N1 (flu babi) di Jepang kini telah mencapai 196 kasus. Kebanyakan dari mereka adalah pelajar.

Bahkan kantor berita Jepang, Kyodo seperti dilansir AFP, Rabu (20/5/2009) melaporkan, sebanyak 86 persen dari para penderita flu H1N1 yang telah terdeteksi di Jepang berumur antara 10 tahun dan 19 tahun.

Persentase itu lebih tinggi dari persentase kemunculan flu H1N1 pada kalangan remaja di AS, negara dengan jumlah kasus flu H1N1 terbanyak di dunia.

Menurut para pakar, tingginya angka kasus flu H1N1 pada remaja menunjukkan bahwa otoritas kesehatan memfokuskan pada pemeriksaan di sekolah-sekolah. Namun bisa pula berarti adanya kekebalan yang lebih besar pada kelompok usia yang lebih tua dikarenakan epidemi flu yang sudah-sudah.

Sejak terjadinya lonjakan kasus flu H1N1 di Jepang, lebih dari 4.400 sekolah telah diliburkan setidaknya untuk pekan ini. Masker flu kian banyak digunakan warga di bus-bus, kereta api dan pusat-pusat perbelanjaan.

Sejauh ini kasus flu terbanyak di Jepang terjadi di Kota Osaka dan Kobe. Virus tersebut menyebar cepat di kedua kota itu setelah pelajar SMA kedua kota itu bertemu dalam turnamen voli beberapa hari lalu.

Dengan lonjakan kasus itu, Jepang kini menjadi negara dengan kasus flu babi terbanyak keempat di dunia setelah AS, Meksiko dan Kanada.

– 0O0 –

Antara – Jumat, Mei 29

Denpasar (ANTARA) – Seorang turis asal Jepang yang datang ke Bali menggunakan penerbangan dari Osaka ke Bandara Internasional Ngurah Rai, Kamis dilaporkan mengalami panas tinggi yang diduga terkena flu babi.

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Ngurah Rai Bali, dr Nyoman Murtiyasa, MKes menjelaskan, turis tersebut tiba di bandara pada Kamis dinihari dan dilaporkan suhu tubuhnya mencapai 38 derajat celcius.

“Sesuai prosedur, pasien yang seperti itu langsung kami tangani khusus dan langsung dibawa ke RSUP Sanglah Denpasar untuk ditangani lebih intensif,” katanya.

Selain panas tinggi, turis bernama Kuri Akira itu juga menderita batuk, pilek dan radang tenggorokan. Meskipun, demikian, katanya, untuk memastikan apakah yang bersangkutan betul-betul terjangkit virus H1N1, tetap harus melalui uji laboratorium.

“Kabarnya RSUP Sanglah sudah mengambil cairan di tenggorokan turis itu untuk dikirim ke Jakarta guna dilakukan uji laboratorium. Tapi untuk lebih jelasnya, silahkan menghubungi RSUP Sanglah,” katanya.

Kasus turis asing yang diduga mengidap flu babi ini merupakan yang kedua kalinya. Kasus pertama adalah, seorang warga negara Belanda, Michelle Van Dorsen (32). Ia datang ke Bali pada 10 Mei 2009 menggunakan pesawat yang sempat transit di Malaysia.

Namun demikian, setelah dirawat beberapa hari di ruang khusus RSUP Sanglah, turis tersebut dinyatakan sembuh dan hasil laboratorium di Jakarta menyebutkan bahwa yang bersangkutan negatif flu babi.

“Saat ada kasus pertama, kami dikira main-main oleh masyarakat karena ternyata negatif flu babi. Tapi memang begitulah prosedur tetap penanganan yang harus kami lakukan. Kami berharap, ini bukan karena flu babi. Artinya, kalau negatif, kami malah bersyukur,” katanya.

Ia meminta masyarakat tetap waspada dengan menjaga kesehatan dalam menghadapi penyebaran virus yang menyebabkan kematian tersebut.

– 0O0 –

Artikel Terkait :

  1. gbApa itu Flu Babi (H1N1)
  2. Dunia Siaga Flu Babi (1/05/2009)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: