Skip navigation

Renungan :

Banyak orang awam yang kurang mengetahui apa itu Flu Babi (H1N1)… termasuk diri ini. Untuk menambah pengetahuan tentang Penyakit yang menghebohkan dunia ini, maka ku postingkan artikel tentang:

“Apa itu Flu Babi (H1N1) ….?”

Artikel Lain :

-0O0-

3.

Parah Ternyata! … Virus Flu Babi Campuran Delapan Genetik Virus

Rabu, 24 Juni 2009

V

irus flu babi (swine flu) yang telah membuat panik dunia saat ini merupakan campuran antara delapan genetik virus influenza yang berbeda, bukan lagi genetik virus flu H1N1 biasa.flubabi

//
//

“Terjadi reassortment pada virus flu ini, di mana flu babi yang baru ini berasal dari babi yang terkena flu babi, flu burung dan flu manusia,” kata dokter ahli paru dr Sita Andarini PhD, SpP seusai Dialog mengenai Flu Babi yang diselenggarakan lab Kyoai di Jakarta, Selasa.

Sita mengatakan, babi di peternakan selalu terserang flu setiap tahun misalnya setiap akhir musim gugur, namun virus flu babi ini berbeda dengan virus flu babi H1N1 yang baru.

“Pada virus flu babi baru ini terjadi kombinasi gen, sehingga virus berubah menjadi gen virus baru H1N1,” katanya.

V

irus flu sendiri, jelasnya, banyak tipenya. Pada manusia ada virus flu H3N2, H3N1, H1N1, sedangkan pada babi H1N1 dan pada burung H5N1.

Ia juga mengingatkan bahwa flu babi tidak hanya bisa terjadi di daerah subtropis, dingin, atau lintang tinggi, karena virus flu babi itu optimal hidup di suhu 37 derajat Celcius.

“Sekarang ini penyebaran flu babi justru sedang menuju ke kawasan tropis,” katanya sambil meminta masyarakat mewaspadai hal ini.

Untuk mengantisipasi kemungkinan terkena kasus flu babi, ia meminta, agar masyarakat menolak kontak dengan seorang yang terkena flu, menggunakan masker khusus, selalu mencuci tangan, serta beristirahat di rumah jika terkena flu.

P

asien flu yang suspect (diduga) flu babi, ujarnya, diisolasi selama tujuh hari setelah gejala awal. Setelah tujuh hari dan dinyatakan sembuh total maka sudah tidak menular lagi dan bisa kembali beraktivitas.

Namun demikian hingga kini vaksin flu babi seperti juga flu burung belum ada yang sudah menjalani fase uji klinik, sedangkan Tamiflu hanyalah suatu obat antivirus.

“Masalahnya adalah sulit mendisain vaksin dan sulit memproduksi vaksin begitu banyak pada waktu pandemi terjadi ketika ribuan orang sudah terkena,” katanya.(Antaranews.com)

-0O0-

2.

Himbauan KBRI Tokyo sehubungan dengan Flu Babi

Minggu, 24 Mei 2009
.

K

BRI Tokyo menghimbau warga masyarakat Indonesia yang berada di Jepang sehubungan dengan sedang merebaknya flu jenis baru (H1N1) di beberapa wilayah di Jepang, bersama ini disampaikan informasi yang bisa membantu untuk memahami jenis penyakit ini sehingga bisa terhindar dari bahaya penularannya.

A

pa Gejala dari penyakit Flu jenis ini ?

Sebagaimana halnya flu penderita akan mengalami :

  1. Demam.
  2. Batuk-batuk.
  3. Sakit kepala.
  4. Nyeri persendian dan otot.
  5. Sakit tenggorokan dan hidung tersumbat.
  6. Dan kadang disertai dengan mual-mual dan diare.

B

agaimana Melindungi Diri dari Penularan ?

Pola penularan dari virus ini adalah sama halnya dengan flu yang menyerang saat pergantian musim, melalui cairan yang dikeluarkan saat melakukan percakapan, bersin maupun batuk. Penularan dapat dilakukan dengan menghindari melakukan hubungan jarak dekat dengan orang yang memiliki gejala serupa dengan penderita flu (paling dekat 1 meter) serta melakukan kegiatan sebagai berikut:

  1. Hindari untuk menyentuh bagian mulut serta hidung.
  2. Bersihkan tangan secra menyeluruh dengan sabun dan air atau bersihkan dengan alkohol secara teratur (terutama sehabis menyentuh bagian mulut dan hidung serta benda-benda yang berpotensi menularkan virus).
  3. Hindari hubungan jarak dekat dengan orang-orang yang mungkin menderita sakit.
  4. Kurangi interaksi di lingkungan yang padat tempat orang lalu-lalang.
  5. Perbanyak sirkulasi udara di ruangan dengan membuka jendela.
  6. Menerapkan pola hidup sehat termasuk tidur yang cukup, mengkonsumsi makanan yang bergizi tinggi dan tetap menjaga fisik selalu aktif.

B

agaimana seseorang mengetahui telah terkena virus H1N1 ?

Untuk membedakan antara flu biasa dengan flu H1N1 adalah sulit tanpa bantuan medis. Gejala yang dimiliki hampir sama. Hanya ahli medis dan pejabat kesehatan setempat yang bisa mengidentifikasi. Pada beberapa kasus mereka yang baru saja mengunjungi daerah-daerah yang banyak terdapat penderita virus ini (tidak melampaui jangka waktu 10 hari antara waktu kembali dengan mengalami gejala flu dimaksud) atau menderita panas tinggi sampai 38 derajat celsius, diharuskan untuk segera menghubungi pusat layanan konsultasi di masing-masing wilayah tinggalnya.

A

pa yang sebaiknya dilakukan apabila Anda memiliki gejala-gejala penyakit tersebut ?

  1. Tetap tinggal di rumah dan tidak bepergian ke tempat kerja, sekolah atau kerumunan orang.
  2. Istirahat dan perbanyak minum.
  3. Tutup hidung dan mulut ketika bersin dan batuk, apabila menggunakan tisu, agar bekas tisu dapat dibuang secara benar. Segera cuci tangan Anda dengan sabun, air atau dapat juga menggunakan alkohol.
  4. Apabila tidak memiliki tisu saat bersin atau batuk, tutup mulut anda sedapat mungkin dengan menggunakan siku.
  5. Gunakan masker untuk mencegah terkena cairan saat anda di lingkungan yang ramai orang.
  6. Beritahu keluarga dan teman-teman untuk memberitahu kondisi anda yang tekena penyakit dan hindari hubungan jarak dekat dengan orang lain.
  7. Sebelum menuju tempat sarana medis, upayakan untuk terlebih dahulu berkonsultasi dengan ahli kesehatan terdekat untuk mengetahui perlu tidaknya pemeriksaan secara medis.

A

pabila seorang Ibu sedang masa menyusui bayi dan mengalami gejala penyakit ini apakah harus berhenti ?

Ibu yang menyusui dan terkena gejala penyakit tidak perlu menghentikan kegiatan terkecuali dianjurkan oleh dokter atau petugas kesehatan. Penelitian mengenai influenza menunjukkan bahwa pemberian ASI aman bagi bayi karena gizi yang diberikan melalui ASI memberikan imunitas dan daya tahan tubuh terhadap berbagai penyakit.

A

pa yang harus dilakukan bila Anda perlu perhatian medis ?

Apabila memungkinkan, datangi pusat kesehatan dan laporkan gejala yang Anda alami. Jelaskan mengapa Anda merasa mengalami gejala terkena virus H1N1.
Gunakan masker saat anda keluar rumah.

Posted by :
Dr. Pudjiatmoko

My Photo

—– 0O0 —–

1.

Jika Virus H5N1 dan H1N1 Bergabung, Malapetaka Bagi Umat Manusia

Selasa, 28 April 2009
.

V

irus influenza H1N1 (flu babi) dan H5N1 (flu burung) yang termasuk tipe A

//
//

Penderita flu

penderita flu

B

ila bergabung disinyalir dapat menghasilkan jenis virus yang lebih ganas. Tetapi menurut Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari, gabungan kedua virus itu butuh waktu puluhan tahun untuk dapat terinfeksi ke tubuh manusia atau hewan secara alami.

“Kalau virus influenza H5N1 dan H1N1 itu bertemu dan menjadi virus flu yang lebih ganas itu membutuhkan waktu yang sangat lama, bisa puluhan tahun,” ujar Menkes dalam siaran persnya di Gedung Depkes, Kuningan, Jakarta, Selasa ( 28/4 ).

Dikatakan Menkes, bahkan virus influenza tipe A itu tidak serta merta dapat bersatu membentuk virus flu jenis baru. Itu pun tidak bisa terjadi secara alami. “Kalau kedua virus ini dicampurkan di laboratorium maka baru bisa secara instan dibentuk virus flu baru,” katanya.

Menkes mengatakan virus H5N1 (flu burung) lebih ganas daripada H1N1 (flu babi). Pasalnya, tingkat prosentase virus H1N1 menyebabkan 6 persen kematian dan H5N1 menyebabkan 80 persen kematian.

“Yang perlu kita waspadai itu virus H5N1 daripada flu babi, karena musim kita tropis dan virus H1N1 ini tak bisa hidup di iklim tropis,” katanya.

Tetapi saat ditanyakan kasus kematian flu babi paling banyak di Meksiko yang juga memiliki daerah tropis, Menkes menjawab, “Saya tidak tahu kalau H1N1 bisa di musim tropis, di Meksiko ada bagian subtropis dan tropis, dan mungkin daerah subtropis yang kena.”

Menanggapi kasus flu babi di Meksiko yang menjangkiti sekitar 1455 orang, Menkes belum bisa memberi kepastian apakah negara kita juga dapat terserang seperti Meksiko yang juga memiliki iklim tropis.

Masyarakat kita, dituturkan Menkes, harus waspada terhadap gejala klinis virus influenza seperti demam, batuk pilek, lesu, letih, nyeri tenggorokan, sesak napas disertai mual, muntah dan diare. “Kalau ada yang menderita flu, pakai masker, jangan orang yang tak terkena yang pakai masker,” ujarnya.

( kompas.com )

—– 0O0 —–

3 Comments

  1. artikelnya menarik….terimakasih buat informasinya tentang flu babi

  2. terima kasih tulisannya tapi kok kayaknya belum lengksap ya…?

    Mbahjogo :
    ada saran / tambahan / artikel yg lebih lengkap… ? please donk….🙂

    Terima kasih atas kunjungannya.

    • aria
    • Posted Agustus 25, 2013 at Minggu, Agustus 25, 2013
    • Permalink

    Alloh Swt Melarang Umat Islam makan Babi , disamping banyak Mudarat memang Menguji Iman kita
    dan ketakutan2 H1N1 adalah wajar
    tahukah kita bahwa Bisnis Vaksin ini menguntungkan Amerika dan Israel Ratusan Miliar Dollar?
    Jadi Sebenarnya TIDAK PERLU SUNTIK VAKSIN, Dengan Hidup Bersih, Rajin minum madu atau Habbatussauda dan tingkatkan Iman Insya Alloh , Alloh Swt Jaga kita.
    Tahukah kita WHO sering berbohong tentang Vaksin?
    Lihat ini. Cuplikan perkataan Mantan Menteri Kesehatan RI Siti Fadilah Supari


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: