Skip navigation

  • Salah satu yang tewas di Solo dipastikan Nurdin M top?

Update Posted on September 17, 2009.

Sumber : http://answering.wordpress.com

76788_foto_diduga_jasad_noordin_m_top_thumb_300_225

Kepastian tersebut disampaikan oleh Kapolri dalam siaran pers di Markas Besar Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis, 17 September 2009. “Noordin M Top tewas,” kata Kapolri. Kepolisian memastikan jasad Noordin itu setelah melihat sidik jari dan belasan ciri fisik lainnya.

Hendarso menyampaikan apresiasi yang luar biasa kepada anak buahnya di Detasemen Khusus (Densus) 88 yang secara terus-terusan menguntit jaringan teroris Noordin M Top ini.

Noordin mati dalam pengepungan yang dilakukan Densus terhadap sebuah rumah di Kepohsari, Jebres, Solo, Jawa Tengah. Pengepungan itu dilakukan sejek Rabu 16 September 2009, pukul 23.00 WIB, berdasarkan informasi sejumlah tersangka teroris yang ditangkap di sebuah pasar di kota Solo.

Pengepungan itu berakhir sekitar pukul 05.30 WIB . “Empat orang meninggal, tiga masih hidup,” kata juru bicara Polri, Inspektur Jenderal Nanan Sukarna, siang tadi.

Kondisi jenazah gembong teroris Noordin M Top yang tewas dalam penyergapan di Solo, Jawa Tengah, tidak mengalami kerusakan.

“Kondisi jenazah bagus dan tidak ada kerusakan,” kata Kepala Rumah Sakit Polri Kramat Brigjen Aidi Rawas di Jakarta, Kamis 17 September 2009.

Menurut Aidi, selain jenazah Noordin, tiga lainnya masih menunggu kedatangan anggota keluarganya. “Kami masih menunggu pihak keluarga,” ujarnya.

Dia juga menjelaskan, sesuai ketetapan internasional, untuk mengidentifikasi sidik jari cukup berdasarkan 11 titik kesamaan. Sedangkan pemeriksaan terhadap sidik jari Noordin terdapat 14 titik kesamaan. “Sudah dipastikan 100 persen (Noordin M Top), karena sudah melebihi 11 titik kesamaan,” kata dia.

Saat ini, Polri akan memfokuskan pemeriksaan DNA. “Sample-nya sudah ada, dan hasilnya membutuhkan waktu 30 jam,” ujarnya.[vivanews]

SBY Bersyukur atas tewasnya Nurdim M Top
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) merasa bersyukur atas terbunuhnya gembong teroris Noordin M Top dalam penggerebekan di Solo, Jawa Tengah.

Orang nomor satu di Indonesia itu pun mengucapkan selamat kepada jajaran Polri atas prestasinya. “Berkaitan dengan penanggulangan terorisme, hari ini ada kabar yang penting tentu patut kita syukuri,” ujarnya di Jakarta, Kamis (17/9/2009).

Prestasi ini, menurut SBY, patut diapresiasi, karena merupakan buah dari kerja keras Densus 88 Antiteror dan segenap lapisan masyarakat. “Dari kerja keras Polri maka pemimpin, master mind, arsitek, perekrut, dan pengebom bunuh diri Noordin M Top berhasil ditangkap,” ujarnya.

Disebutkan SBY, selama delapan hingga sembilan tahun dua warga Malaysia yaitu Noordin M Top dan Dr Azhari telah mengusik kehidupan di Indonesia. “Membuat runtuh citra kita di dunia internasional dan melumpuhkan perekonomian nasional,” ungkapnya

Polda Jateng turunkan baliho nurdin m top

Kepolisan Daerah Jawa Tengah menginstruksikan seluruh jajaran kepolisian di wilayahnya untuk menurunkan baliho dan spanduk besar bergambar Noordin M Top.

Menurut Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Alex Bambang Riatmodjo, instruksi untuk menurunkan baliho besar bergambar gembong teroris Noordin M Top mulai Kamis malam 17 September 2009.

Secara simbolis, penurunan baliho Noordin diawali di Mapoltabes Solo. Baliho besar Noordin M Top diturunkan dan langsung dibakar.

“Ke depan, bila ada teroris besar, kita akan pasang lagi baliho berukuran besar,” ujar dia di Solo, hari ini.

Alex berharap, tewasnya gembong teroris yang menjadi buronan kepolisian selama sembilan tahun itu dapat menjadikan aparat di wilayah Jateng lebih waspada terhadap terorisme.

—– 0O0 —–

  • TERJAWAB SUDAH JASAD SIAPA (Mr. X) YANG TERTEMBAK DI TEMANGGUNG

Jasad Temanggung Ibrohim, Bukan Noordin

12/08/2009 – 09:36
Bayu Hermawan
Ibrohim
(inilah.com/ Wirasatria)

INILAH.COM, Jakarta – Terungkap sudah jawaban siapa jasad tersangka teroris yang tewas di Temanggung, Jateng. Dia bukanlah Noordin M Top, melainkan Ibrohim.

“Almarhum adalah Ibrohim alias Aam panggilan di rumahnya, dan alias Boim panggilan di tempat kerjanya,” kata Ketua DVI Polri Brigjen Pol Eddy Saparwoko dalam jumpa pers di RS Polri, Jakarta, Rabu (12/8).

Kepastian ini diperoleh setelah polisi membandingkan DNA dengan keluarga. “Sampel kita bandingkan dengan keluarga di Johor Baru, Cilacap, Klaten, tidak cocok semua. Kemudian kita bandingkan dengan keluarga di Cilimus, yaitu dengan istri dan kedua putra putrinya, satu perempuan dan satu laki-laki, match 100 persen,” urai Eddy.

Sekadar diketahui, Cilimus, Kuningan, Jawa Barat adalah tempat keluarga Ibrohim menetap selama ini. Istri Ibrohim, Suci Hani, beserta 4 anaknya tinggal di Desa Sampora, Kecamatan Cilimus, Kuningan.

“Jadi sudah ada 4 jenazah yang bisa diidentifikasi. Yang pertama saudara Dani, yang kedua saudara Eko, yang ketiga saudara Air atau Aher dan yang keempat ternyata Mr X itu adalah saudara Ibrohim atau Boim,” tambah Kadiv Humas Polri Irjen Pol Nanan Sukarna.

Sebelumnya, santer beredar pria yang tewas tertembak dalam penyergapan di Kedu, Beji, Temanggung, adalah Noordin M Top. [fiq/sss]

-0O0-

  • KRONOLOGI PENGREBEKAN NURDIN M TOP DI TUMENGGUNG

Sumber : http://zonsnews.blogspot.com/
Saturday, August 8, 2009

Posted by ZonS at 10:32 AM

Berikut ini adalah kronologi lengkap penggerebekan sebuah rumah di Temanggung, Jawa Tengah yang diperkirakan merupakan rumah yang dijadikan sarang teroris yang paling dicari di negeri ini, Noordin M. Top, pada hari ini Sabtu (8-8-2008) sejak Densus 88 mulai memasuki rumah sampai dengan penggerebekan dinyatakan selesai.
**********
01. Densus 88 Mulai Masuki Rumah Mohzahri
Tim Densus 88, Sabtu (8/8), pukul 06:00 WIB mulai memasuki rumah Mohzahri yang diduga dihuni anggota teroris di Dukuh Beji, Desa Kedu, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung, Jateng. Tim Densus 88 masuk dari pintu depan rumah tersebut dengan mendobrak pintu dengan menggunakan alat pendobrak.
Sebelum mendobrak pintu rumah tersebut, terdengar dua kali suara tembakan pada pukul 05:00 WIB. Kemudian, terdengar suara ledakan keras sekitar pukul 05:30 WIB dari dalam rumah itu.
Aparat mengepung rumah tersebut sejak Jumat (7/8) pukul 17:00 WIB namun hingga Sabtu pagi belum diketahui secara jelas siapa dan berapa jumlah orang yang berada di dalam rumah tersebut.
Personel Densus 88 sangat hati-hati selama melakukan penggerebekan rumah yang diduga disewa dan dihuni anggota jaringan teroris.
Sampai kini belum diketahui jumlah penghuni di rumah Mohzahri dan barang-barang yang ditemukan karena masyarakat dan wartawan dari media cetak dan elektronik tidak diizinkan mendekat ke rumah tersebut.
Mereka hanya bisa melihat dari jarak 250 meter, mengingat petugas menutup pintu jalan ke lokasi.
Sejak pukul 23:00 WIB Jumat hingga Sabtu dini hari tidak ada aktivitas aparat kepolisian. Mereka terlihat mengawasi rumah tersebut dari atas bukit dan di depan rumah itu.
Sesekali lampu berkekuatan besar menyorot rumah tersebut untuk mengawasi pergerakan yang ada di dalam rumah.
Rumah Mohzahri disorot lampu mobil semalam penuh, kemudian sesekali lampu yang lain diarahkan ke semak-semak yang ada di sekitar rumah.
**********
02. Tembak Menembak Masih Berlangsung
Hingga pukul 07.30, Sabtu (8/8) pagi ini, aparat Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri masih mengepung sebuah rumah di Dusun Beji, Desa Kedu, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Sesekali bahkan masih ledakan dan tembakan.
Hingga pagi ini, sekurangnya sudah terdengar tiga kali ledakan. Terakhir pada pukul 06.45 tadi, setelah aparat densus sebelumnya sempat memasukkan sebilah bambu ke dalam rumah milik Muzahri, yang diduga sebagai tempat persembyian gembong teroris Noordin M Top dan kawan-kawannya.
Berdasarkan pemantauan Kompas di lokasi, aparat densus sebelumnya sempat mendekat rumah dan memasukkan sebilah bambu. Setelah itu mereka berlari mundur menjauhi rumah. Tak lama kemudian terdengar ledakan keras yang menyebabkan dinding dan pintu rumah rusak parah.
Ledakan itu kemudian disusul rentetan tembakan dari aparat densus, terutama penembak jitu (sniper) yang menempatkan diri di atas sebuah bukit di belakang rumah Muzahri. Ketika rentetan tembakan berhenti, kemudian terdengar dua letusan senjata dari arah rumah.
Belum diketahui pasti apakah tembakan itu berasal dari orang-orang yang bersembunyi di dalam rumah. Sebab, wartawan hanya bisa memantau dari satu sisi rumah.
Meski pengepungan dan penyerangan sudah dilakukan sejak Jumat sore kemarin, sampai saat ini belum ada satupun orang dari dalam rumah yang keluar atau dikeluarkan paksa. Informasi yang berkembang, Noordin M Top diyakini sudah tewas, tetapi belum bisa dikeluarkan dari dalam rumah.
Sementara itu, sekitar dua jam lalu polisi akhirnya mengevakuasi empat orang dari dalam rumahnya yang terletak sekitar 15 meter dari rumah Muzahri. Keempat orang itu terkurung di dalam rumah sejak polisi mengepung rumah Muzahri. Keluarga yang berada di luar rumah dilarang polisi untuk masuk dan mengevakuasi ayah dan tiga anaknya.
Mereka yang dievakuasi dini hari tadi adalah Subani (60) dan tiga cucunya, Eka Sutria (12), Dwi (11), dan Nurohman (1,5).
**********
03. Noordin M Top Bertahan Sendirian
Buronan nomor satu di Indonesia, Noordin M Top, diperkirakan bertahan sendirian di dalam rumah di Dusun Beji, Temanggung. Menurut informasi yang dikumpulkan Kompas.com, di dalam rumah itu Noordin melengkapi diri dengan bom dan senjata.
Namun, dalam laporan lain disebutkan juga, di dalam rumah itu juga ada seorang nenek dan tiga orang bocah. Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi yang jelas, sebenarnya siapa saja yang berada di dalam rumah itu. Noordin seorang diri atau bersama orang lain.
Diperoleh informasi juga, warga yang menyaksikan penggerebekan rumah Muhzuhri, tempat tinggal Noordin itu, semakin banyak. Warga memenuhi jalan menuju ke rumah itu sehingga menyulitkan petugas.
Sementara itu, petugas Densus 88 menggunakan megafon, mengimbau agar yang berdiam di dalam rumah dalam kondisi terkepung itu segera menyerahkan diri.
**********
04. SD Dekat “Sarang” Noordin M Top Diliburkan
Aktivitas belajar-mengajar SD Negeri Kedu III, yang tidak jauh dari lokasi pengepungan persembunyian Noordin M Top, diliburkan. Sekolah tersebut masuk dalam ring I pengepungan Densus 88.
Tembakan dan ledakan keras dari Tim Densus 88 mewarnai pengepungan rumah Muhzuhri di RT 01/RW 07 Dukuh Beji Desa Kedu, Kabupten Temanggung, yang diduga sebagai persembunyian teroris pimpinan Noordin M Top. Suara tembakan seperti yang terjadi pada Jumat (7/8) juga terjadi pada Sabtu pagi.
Selain suara tembakan, juga terdengar suara ledakan keras beberapa kali. Suara ledakan keras pertama terjadi sekitar pukul 05.30 WIB di bagian depan rumah, kemudian ledakan kedua terjadi sekitar pukul 06.45 WIB di sisi barat bagian selatan rumah Muhzuhri.
Setelah itu disusul tembakan dari Tim Densus dari atas bukit. Ledakan keras kembali terjadi sekitar pukul 07.17 WIB. Meskipun terjadi ledakan keras dan tembakan dari Densus, tetapi tidak ada tanda-tanda tembakan balasan dari dalam rumah.
Masyarakat terlihat menyaksikan peristiwa tersebut di halaman samping Masjid Darussalam dan sepanjang jalan menuju rumah Muhjuhri dari jarak sekitar 200 meter arah timur.
**********
05. Densus Tembaki Rumah Teroris
Tim Detasemen Khusus 88 terus menembaki rumah tempat persembunyian teroris sejak pukul 08.10, Sabtu (8/8).
Namun, belum ada reaksi apa pun dari dalam rumah yang diduga dipakai Noordin M Top bersembunyi. Tim Densus 88 menembaki rumah tersebut dari tiga sisi, yaitu atas, depan, dan samping rumah.
Dari jarak sekitar 200 meter dari rumah tersebut, tampak sekitar 9 sniper yang berada di atas bukit di samping rumah. Suara rentetan tembakan sudah tidak terdengar lagi pukul 08.30.
Sebelumnya, polisi mengebom rumah tersebut sebanyak empat kali, yaitu pukul 05.30, 06.47, 07.20, dan 07.50. Ratusan warga masih berkerumun untuk menyaksikan peristiwa ini dari kejauhan.
**********
06. Masih Ada Pergerakan di Dalam Rumah
Meski sudah berkali-kali diledakkan dan diberondong peluru oleh aparat Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri, orang yang diduga sebagai Noordin M Top dan kawan-kawan saat ini masih bertahan di dalam rumah milik Muzahri di Dusun Beji, Desa/Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung.
Berbagai spekulasi menyebutkan, kemungkinan Noordin M Top sudah tewas atau setidaknya terluka akibat berondongan peluru. Spekulasi lain menyebutkan, Noordin masih bertahan dan menunggu polisi masuk sebelum meledakkan bom bunuh diri.
Berdasarkan pengamatan Kompas, di dalam rumah berukuran 12 x 6 meter yang sebagian besar sudah rusah diberondong dan diledakkan itu masih terlihat ada bayangan orang bergerak-gerak. Bayangan itu terlihat samar-samar dari kejauhan lewat sebuah jendela yang kacanya sudah hancur diberondong polisi. Sebab, wartawan memang tidak bisa mendekat ke rumah tersebut.
Seperti diberitakan sebelumnya, aparat Densus 88 berkali-kali melakukan peledakan dan berondongan tembakan, serta mengimbau orang-orang yang berada di dalam rumah itu segera keluar menyerahkan diri. Akan tetapi, imbaaun itu tak ditanggapi.
Informasi yang berkembang menyebutkan, sejumlah petugas sempat menanyai siapa yang ada di dalam dan diperoleh jawaban bahwa ia adalah Noordin M Top dengan suara agak merintih kesakitan. Meski begitu, belum ada keterangan resmi yang memastikan bahwa salah satu orang yang bersembunyi di rumah itu adalah pasti Noordin, buron nomor wahid polisi Indonesia.
Ledakan dan tembakan aparat Densus itu sendiri merusak sebagian besar bangunan rumah di pinggiran dusun itu, terutama di sisi barat. Dengan demikian, Noordin dan kawan-kawan saat ini hanya bisa berlindung di bagian tengah rumah sisi timur yang juga sudah pecah kacanya.
**********
07. Rumah Muzahri Kembali Diledakkan
Setelah agak tenang selama 30 menit lebih, aparat Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri pada pukul 09.30 tadi kembali meledakkan bom berkekuatan rendah di rumah Muzahri yang diduga menjadi tempat persembunyian Noordin M Top.
Bahkan polisi sempat masuk ke dalam rumah dan membawa sesuatu ketika keluar, yang diperkirakan sebagai korban terluka. Akan tetapi belum diperoleh kepastian mengenai apa yang dibawa polisi dari dalam rumah itu, karena jarak wartawan dan lokasi cukup jauh.
Saat ini, tim Densus kembali menyerbu rumah dari arah jendela sisi timur. Menggunakan popor senjatanya, polisi memecahkan kaca-kaca jendela yang tersisa, serta rangka jendelanya.
Seorang polisi mengimbau para warga dan wartawan yang berada di sisi timur rumah untuk menjauh agar tidak sampai terkena peluru nyasar. Sebab, polisi akan segera melakukan penyerbuan kembali dengan tembakan yang akan mengarah ke kerumunan massa.
Sementara itu, dari dalam rumah sampai saat ini tak ada lagi balasan tembakan. Meski begitu, polisi yakin Noordin atau orang yang diduga sebagai Noordin M Top masih bertahan di sebuah kamar di dalam rumah milik Muzahri itu.
**********
08. Sarang Noordin M Top Dipasangi Police Line
Polisi sudah memasang police line yang diperkirakan sebagai pertanda selesainya operasi pemburuan Noordin M Top, gemboong teroris nomor satu di Indonesia.
Belum ada kabar, bagaimana nasib Noordin apakah bisa ditangkap hidup-hidup atau Noordin tewas. Dilihat dari aktivitas di lokasi “sarang” Noordin Top, diperkirakan buron asal Malaysia itu tewas di dusun Beji, Kedu, Temanggung.
Beberapa petugas Densus 88 juga sudah mencopot helm-helm pengaman yang mereka kenakan sejak kemarin. Dikabarkan Kapolri Jendral Pol Bambang Hendarso Danuri berada tidak jauh dari lokasi.
**********
09. Berakhir Sudah Penggerebekan di Temanggung
Sekitar pukul 09.50, Sabtu (8/8) tadi polisi akhirnya memasuki rumah Muzahri yang sebelumnya beberapa kali diledakkan dan ditembaki aparat Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri.
Polisi pun mendapati hanya ada satu orang di dalam rumah itu yang ditemukan tewas di kamar mandi. Dengan demikian, penggerebekan terhadap rumah yang diduga menjadi tempat persembunyian teroris paling diburu, Noor Din M Top itu berakhir sudah.
Kini polisi sudah terlihat lebih santai. Garis polisi sudah dipasang di rumah itu, sementara warga dan wartawan juga lebih leluasa mendekat, meski tetap tidak bisa memasuki rumah tersebut.
Meski demikian, sampai saat ini belum diperoleh keterangan pasti apakah korban tewas itu adalah Noor Din M Top atau bukan. Tentang identitas dan ciri-ciri korban sampai saat ini juga belum diperoleh.
Memang, sejak kemarin beredar rumor bahwa orang yang bersembunyi di rumah itu adalah Noor Din M Top, gembong teroris asal Malaysia yang disebut-sebut mendalangi hampir seluruh peledakan bom di Indonesia.
Saat ini, mayat korban tewas itu sudah dikeluarkan dari rumah Muzahri dan ditempatkan di sebuah rumah warga yang sebelumnya telah dikosongkan. Rumah itu sendiri dijaga ketat polisi.
Wartawan juga belum bisa mendekati rumah itu untuk melihak kondisi korban. Juga belum ada keterangan resmi pihak kepolisian mengenai identitas korban.
**********
10. Seorang Lelaki Dipastikan Tewas di Rumah Noordin M Top
Seseorang lelaki yang diduga Noordin M Top, gembong teroris paling dicari aparat keamanan diduga kuat tewas dalam penyergapan yang dilakukan Densus 88 di rumah Muhzuhri di Desa Beji, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Sabtu.
Dari lokasi kejadian Sabtu pukul 09:50 WIB melaporkan, polisi mendapati seorang di dalam rumah tersebut tewas, namun belum diperoleh keterangan resmi dari aparat keamanan mengenai siapa sebenarnya korban yang tewas di dalam rumah itu.
Sejak awal aparat keamanan yang melakukan pengepungan di rumah tersebut sejak Jumat (7/8) pukul 16:00 WIB menduga kuat bahwa Noordin berada di dalam rumah tersebut.
**********

Update: Noordin Sempat Berteriak Minta Tolong

Kepala Kepolisian Negara RI Jenderal Bambang Hendarso Danuri hanya 10 menit di lokasi penggerebekan rumah milik Mozahri. Kepada wartawan, Bambang tidak memberikan keterangan.
Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah Irjen Alex Bambang Riatmojo yang sampai saat ini masih di lokasi juga enggan memberikan keterangan, baik tentang penggerebekan itu, maupun kepastian, apakah benar yang tewas dalam penggerebekan itu adalah Noordin M Top, buron kakap yang dicari polisi selama ini.
Informasi yang didapat dari anggota Detasemen Khusus 88 Antiteror menyebutkan, korban tewas itu adalah Noordin M Top. Dia datang ke rumah Mozahri pada hari Selasa lalu. Ia dijemput Mozahri dari Jepara, Jawa Tengah.
Saat penggerebekan, di dalam rumah itu memang hanya ada Noordin seorang diri karena Mozahri dan dua keponakannya, Arif (38) dan adiknya, Hendra (34), sudah ditangkap sehari sebelumnya oleh polisi.
Anggota Densus itu mengatakan, Noordin sebenarnya sempat berteriak minta tolong ketika petugas Densus meledakkan kamar sisi kanan rumah. Akan tetapi, polisi tidak menghiraukan teriakan itu. Polisi bahkan terus memberondongkan peluru karena khawatir teriakan minta tolong itu sebagai jebakan.
Akibat berondongan itu, Noordin melarikan diri ke kamar mandi di sisi belakang rumah. Sekitar pukul 07.50, polisi kembali meledakkan bom yang diletakkan di samping kanan rumah. Ini dilakukan untuk membuka ruang gerak bagi para penembak.
Saat itu, posisi Noordin makin terjepit, terlebih setelah tembok yang memisahkan antara ruang tengah dan kamar sisi kanan juga jebol sama sekali. Noordin akhirnya ditemukan tewas tertembus peluru saat bersembunyi di dalam kamar mandi.
—– 0O0 —–
  • YANG DIGREBEG DI TEMANGGUNG BUKAN NURDIN M TOP … ?

Sumber : http://answering.wordpress.com/
Ditulis oleh id amor di/pada Agustus 8, 2009
Banyak orang yang menduga bahwa yang digrebeg oleh Densus 88 adalah Nurdin M top, yang kemudian tewas.

tetapi tidak semua orang yang menyakini dugaan tersebut,salah satunya adalah Pengamat intelijen Dyno Chressbon meyakini tersangka teroris yang tewas dalam penggerebekan di Temanggung bukan Noordin M Top.

Hal ini bisa dilihat dari bentuk wajah dan grafis yang berbeda dengan grafis sketsa yang disebar dan dipublikasikan oleh kepolisian.

“Karakteristik wajahnya berbeda. Sosoknya seperti orang Jawa,” kata Dyno pada detikcom , Sabtu (8/8/2009) pukul 16.50 WIB.

Dyno meyakini hal ini karena telah menyaksikan foto korban tewas tersebut dari sumber di kepolisian. “Kalau mau pastinya kita tunggu pemeriksaan DNA,” kata Dyno.

Sebelumnya Kabareskrim Mabes Polri Komjen Susno Duaji menyatakan, pihaknya tak mau buru-buru menyimpulkan bahwa jenazah korban tewas adalah Noordin. Pihaknya masih menunggu tes DNA.

Dyno juga menyatakan bahwa tersangka teroris yang tewas di Temanggung hanya satu orang. “Kalau ada berita yang tewas dua, itu tak benar. Hanya satu,” ujarnya.

Kepala Teroris yang Tewas di Temanggung Terbelah

noordin-palsuCatatan : foto ini (sengaja diperkecil, karena sangat mengerikan) meragukan karena media masa tidak diperbolehkan mendekat sampai mayat yg ada didalam rumah diangkut keluar dengan mobil, Benarkah…………………..?
Ada artikel yang mempunyai cerita lain tentang  foto tersebut, yaitu Mahasisa Gorontalo yang bunuh diri dengan menjatuhkan diri dari menara, klik :
http://www.kaskus.us/

Polisi masih menyimpan rapat siapa tersangka teroris yang tewas di Temanggung, Jawa Tengah. Tersangka itu mengalami luka serius di kepala akibat ledakan bom yang dilemparkan polisi. Kepalanya terbelah.

“Terbelah di belakang kepala sampai depan jidat,” kata Dynno Chressbon, pengamat intelijen yang telah melihat foto jenazah, dalam perbincangan dengan detikcom, Sabtu (8/8/2009) pukul 18.15 WIB.

Secara fisik, ujar Dynno, jenazah memiliki dagu lebih lonjong jika dibandingkan sketsa wajah Noordin yang disebar polisi. Wajahnya tirus.

“Penampilan secara fisik memakai kaos oblong warna coklat dan kalung,” ujar Dynno yang dekat dengan tim antiteror ini.*detik.com

[detik.com] begitu pula pengamat Intelejen lain yaitu Al chaidar juga meragukannya

Pengamat intelijen, Al Chaidar, tidak percaya gembong teroris Noordin M Top tewas dalam penyergapan di Temanggung, Jawa Tengah, Sabtu (8/8). Alasannya, ada banyak kejanggalan yang terekspose, baik dalam penyergapan d Temanggung maupun penangkapan kaki tangan Noordin di Bekasi, Jawa Barat.

“Saya tidak begitu yakin itu Noordin,” kata Al Chaidar. Dari pola-pola sebelumnya, biasanya Noordin tidak sendirian. Noordin juga selalu membawa bom rompi. Ia menduga, jenazah yang disebut-sebut Noordin itu adalah Amir Abdullah atau orang-orang lain yang ditangkap.

Amir Abdullah adalah anak buah Noordin. Menurut polisi, bersama dua tersangka lain Amir ditangkap dalam penggerebekkan di Jatiasih, Bekasi. Al Chaidar menduga, lantaran Amir tidak bisa ditekan untuk menunjukkan di mana Noordin ia dikorbankan. “Tujuannya agar ada perkembangan (pengejaran terhadap Noordin),” kata Al Chaidar.

Menurut Al-Chaidar, sudah dua kali keberadaan Noordin diendus aparat Detasemen Khusus 88 Antiteror berada di Temanggung. “Rasanya tidak mungkin bagi Noordin ke tempat yang sama,” kata Al Chaidar. Makanya, Al Chaidar meminta ada verifikasi dari dalam anggota internal teroris sendiri. Ia sendiri mendapatkan kabar bahwa jenazah itu bukan Noordin.

Jika benar jenazah tersebut bukan Noordin, kata Al Chaidar, ini akan memperburuk citra kepolisian. Apalagi jika sewaktu-waktu Noordin membuat pernyataan bahwa ia masih hidup.

selain dua pengamat Intelejen yang meragukan bahwa orang tersebut adalah Nurdin M top, oraang yang meragukan tersebut adalah , mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN). A.M. HendropriyonoHendropriyono sebelumnya mengaku yakin bahwa teroris yang tewas itu Noordin. Itu karena berdasarkan data-data intelijen yang mengarah pada orang yang menjadi kunci kelompok teroris, dalam hal ini Noordin M. Top.

“Polri dalam kerja intelijen-nya, deteksinya, mulai dari TKP, pengusutan investigasi sampai dengan intelijen, itu kerja samanya bagus sekali,…sehingga spekulasi kita adalah sasaran Noordin Top itu ada di satu antara tiga tempat, terutama di Temanggung,” jelas Hendro dalam dialog dengan Metro TV, Sabtu (8/8) malam. Untuk hal ini, Hendro mengaku salut dan menilai sangat wajar bahkan patut diberikan penghargaan bagi Densus 88.

Hendro mulai meragukan kebenaran Noordin di dalam rumah yang disergap adalah waktu dari penyergapan oleh Densus yang memakan waktu hingga 18 jam. Selain itu, penyergapan untuk sekelas Noordin Top, perlengkapan yang dipakai Densus 88 sangat tidak memadai. “Kita bisa pakai gas air mata,” kata Hendro. Pasukan pun terlalu hati-hati.

Di bagian lain, semula disebutkan bahwa di dalam rumah tersebut berjumlah sekitar empat orang. Namun, kenyataannya hanya ada satu jenazah yang saat ini disebut-sebut sebagai Noordin Top. Menurut Hendro, seorang Noordin Top tidak mungkin untuk jalan atau tinggal sendirian, tidak ada pengawalan. “Kalau dia sendirian, sukar untuk dipercaya. Kemudian yang kedua, langkah-langkah dari kepolisian sendiri,” jelas Hendro. “Sebagai pengamat, bertaroh itu sih bukan Noordin,” tambah Hendro

Kapolri: Noordin atau Bukan, Tunggu Hasil DNA

Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri belum bisa memastikan identitas teroris yang tewas dalam penyergapan Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri di Temanggung, Jateng. Yang pasti, teroris yang tewas di sana berjumlah satu orang. Polri masih melakukan tes DNA terhadap jenazah tersebut
“Kita belum berani sebutkan siapa yang bersangkutan. Karena apapun kita harus pertanggung-jawabkan secara yuridis. Siapa yang bersangkutan, harus dicek DNA-nya dengan pihak keluarga. Istri yang bersangkutan, secara transparan, silakan lihat,” jelas Kapolri dalam konferensi pers di Mabes Polri Jakarta, Sabtu (8/8).Kapolri mengatakan, jika teroris yang Kapolri mengatakan, jika teroris yang tewas dalam penyergapan Densus 88 itu adalah benar Noordin Mohamad Top, gembong teroris paling dicari, keluarga dipersilakan untuk mencocokkan-nya.“Baru selesai pemeriksaan DNA secara forensik, ini bisa kita pertanggungjawabkan secara yuridis, kita akan umumkan, sehingga kita tidak ‘katanya’ dan tidak juga menduga-duga, tapi berdasarkan fakta-fakta yang secara labotories forensik kita pertanggungjawabkan sampai kapan pun juga,” tegas Kapolri.Jenazah yang diduga Noordin M. Top itu kini berada di Rumah Sakit Polri Dokter Soekanto Kramatjati, Jakarta Timur. Menurut Kapolri, Tim Pusat Dokumen Kedokteran Kesehatan (Pusdokkes) Mabes Polri sudah berada di sana untuk melakukan tes DNA. Kapolri mengatakan, hasil tes DNA akan bisa diketahui dan diumumkan pekan depan.

Penyergapan itupun bukan sesuatu yang dibuat mendadak. Dan mereka yang ditangkap ataupun tewas dalam penyergapan dipastikan terlibat jaringan terorisme. Mereka juga terlibat aksi pengeboman di Indonesia, termasuk di JW Marriott dan The Ritz-Carlton Jakarta pada 17 Juli silam.Menurut Bambang, penyergapan Densus 88 di sebuah rumah di Kedu, Temanggung, itu berawal dari penangkapan dua orang keponakan Mohzahri, Indra dan Aries. Mereka berdua dibekuk di tempat kerjanya, sebuah bengkel sepeda, di Pasar Kedu. Dalam pemeriksaan, keduanya menyebutkan seseorang yang dicari Polri sedang berada di rumah Mohzahri.

Tanpa menunda waktu lagi, Tim Densus 88 yang memang sudah lama mengendus keberadaan tersangka teroris di Temanggung, langsung menuju dan mengepung rumah Mohzahri. Dan setelah lebih kurang 18 jam, Densus 88 akhirnya bisa melumpuhkan tersangka teroris di dalam rumah tersebut. Tersangka tewas. Soal benar tidaknya tersangka adalah Noordin M. Top, masyarakat diminta bersabar sampai ada hasil tes DNA minggu depan.

Kapolri menambahkan, penyergapan di Temanggung itu bukanlah akhir dari perburuan Polri atas teroris. Polri akan terus bekerja dan memburu anggota teroris lainnya yang sampai saat ini masih buron. Satu di antaranya berinisial SJ. Orang ini disebut-sebut sebagai tangan kanan Noordin M. Top. Dia jugalah yang merekrut sejumlah orang untuk dijadikan pengantin atau pelaku peledakan bom. [metronews]

—– 0O0 —-

5 Comments

  1. jiaaaaaaaah rajin banget kang ngikutin perkembangan penggebrekan si gembong teroris..

    • van gar guh
    • Posted Agustus 14, 2009 at Jumat, Agustus 14, 2009
    • Permalink

    betul saya blang kan klok nurdin m top
    blum mati dia itu msih brsbunyi!!!!!!!!!!!!!!!

  2. comment ke278 luar biasa artikel anda sangat bermanfaat sekali bagi saya dan keluarga

    • JackSparrow
    • Posted September 20, 2009 at Minggu, September 20, 2009
    • Permalink

    Yang pasti si gembong teroris tersebut udh “MODAR”…….Bravo DENSUS 88

  3. Semoga ga ada lg nurdin” yang seperti ini berkeliaran dinegara kita.
    Amin……..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: