Skip navigation

Renungan :
Artikel ini sengaja aku poting untuk melengkapi informasi tentang misteri batu melayang (waktu Rasullah Isra’  Mi’raj), dan untuk menjaga keseimbangan informasi agar lebih bijak dalam mensikapi setiap informasi baik tentang fenomena/misteri kehidupan maupun alam…….

Kebenaran adalah milik Allah semata….. dalam mensikapi terserah anda……..
semoga bermanfaat

  • Ternyata Misteri Batu Melayang adalah ……..

2009 Maret 7

by salim

batu melayang batu melayang

Mungkin Anda pernah melihat foto di samping ini.Kebanyakan orang  menyangka bahwa batu ini terbang, seperti yang terlihat di foto.

Ada yang menyebutnya sebagai batu terbang atau batu gantung. Ada yang menyebutkan sebagai batu pijakan Nabi Muhammad saat akan mi’raj ke langit. Sang batu ingin ikut terbang ke langit, tetapi dilarang oleh nabi, sehingga berhenti dalam posisi melayang hingga sekarang.

Namun, tahu kah anda bahwa sebenarnya foto ini hanyalah hasil rekayasa fotografi belaka.

Setelah beberapa lama mencari-cari kebenaran cerita dan foto tersebut, akhirnya ada kejelasan yang diperoleh dari forum diskusi berbahasa arab. Ternyata foto batu ini sudah tersebar jauh dan juga menimbulkan ‘kehebohan’ di antara mereka. Jika dalam versi indonesia, embel-embel ceritanya adalah tentang kisah isra’ mi’raj di atas, maka dalam forum berbahasa arab itu cerita pengiringnya berbeda. Tidak mengenai isra mi’raj. Di situ diceritakan bahwa batu ini berasal dari wilayah Al Ahsa (bukan Al Aqsa), di bagian timur Arab Saudi, di sebuah desa bernama Al Tuwaitsir. Sang batu, konon ceritanya, tiba-tiba melayang setinggi sekitar 10 cm di suatu hari di bulan April, tanpa sebab yang jelas.

Seorang anggota forum tersebut menanggapi dengan menyatakan bahwa ia hidup di wilayah tersebut dan tidak pernah melihat ada batu yang terbang melayang. Ia pun kemudian memberikan foto-foto batu yang dimaksud. Dan ternyata, memang batu tersebut ada, namun mempunyai penyangga di bawahnya. Foto asli batu tersebut menunjukkan bahwa memang batu tersebut cukup unik. Dan dengan mengambil sudut pemotretan yang tepat, dilanjutkan dengan manipulasi hasil pemotretan dengan photoshop atau program pengolah gambar lainnya, orang dengan mudah menghilangkan penyangga tersebut untuk memberi kesan sebagai batu yang melayang di udara.

Berikut adalah foto-foto batu asli dari berbagai sudut pengambilan gambar:

Foto asli dari batu yang disebut sebagai batu terbang atau batu melayang. Ternyata batu tersebut mempunyai penyangga di bawahnya.

Foto asli dari batu yang disebut sebagai batu terbang atau batu melayang. Ternyata batu tersebut mempunyai penyangga di bawahnya.

Foto asli dari batu yang disebut sebagai batu terbang atau batu melayang. Ternyata batu tersebut mempunyai penyangga di bawahnya.

Foto asli dari batu yang menjadi pijakan Nabi Muhammad saat ber-Isra' Mi'raj.Bagaimana dengan batu yang merupakan pijakan Nabi saat ber-isra’mi’raj? Di samping ini adalah gambar batu tersebut. Ia berada di Yerusalem, Palestina di wilayah Masjid al Aqsha. Batu inilah yang dilindungi dengan bangunan yang kita kenal sebagai simbol Palestina, yaitu Masjid berkubah Emas, Dome of the Rock, atau Qubah al Shakhra atau masjid Kubah Batu. Apakah batu ini melayang? Wallahua’lam, sepertinya tidak.

Jadi, semoga kita tidak terburu-buru percaya dengan cerita-cerita heboh, ajaib, yang diembel-embeli dengan kisah-kisah islami atau dihubungkan dengan kekuasaan Allah.

Jangankan cuma batu sebesar itu, Allah pun berkuasa untuk mengangkat bukit Thursina ketika mengambil sumpah kepada kaum Yahudi. Tetapi, kalau memang batu tersebut tidak melayang, tidak terbang, dan ternyata merupakan hasil manipulasi foto belaka, apakah kita akan tetap menyebarkan foto-foto tersebut? Apalagi kisah sang batu yang ingin ikut Nabi ke langit tersebut juga tidak jelas sumbernya.

Sumber:
http://saliem87.wordpress.com/<
http://al-habib.tripod.com/

4 Comments

    • muhammad Rifhan
    • Posted September 11, 2009 at Jumat, September 11, 2009
    • Permalink

    setuju!!! kita jangan mudah setuju dengan keajaiban yang belum bisa terbukti, karena jangan-jangan setelah kita percaya dan menyebarkan berita tersebut ternyata kaum kafir menertawakan kebodohan kita…

  1. mathok thok lek

  2. yang penting ada khabar kita teliti, cermati; karena kadang ada khabar kadzib (kabar bohong), ok lah kita harus hati-hati. Coba kita sebagai manusia; apapun suku, golongan and agamanya, jangan suka nebar berita bohong, thank.

  3. jika memang itu bohong,siapakah yg pertama kali menyebarkab berita itu?na’udzubillahi mindzalik ,semoga saja orang yg memberikan kabar bohong itu diberi hidayah oleh allah SWT


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: